Headline

Previous
Next

Monday, 22 August 2016

Asops Panglima TNI Buka Latihan Bersama Pacific Partnership 2016 di Padang

Asops Panglima TNI Buka Latihan Bersama Pacific Partnership 2016 di Padang


 Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.Adan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia Mr. Brian Mc Feeters, membuka Latihan Bersama Pacific Partnership 2016 di Mako Lantamal II Padang, Sumatera Barat, Senin (22/8/2016).

Dalam sambutannya, Asops Panglima TNI menyampaikan ucapan salam hangat dan selamat datang di Bumi Minang Padang, Sumatera Barat kepada seluruh tim yang akan bersama-sama melaksanakan Latihan Bersama Pacific Partnership2016 (Latma PP 16) di Indonesia.  “Latma PP 16 adalah Program Kerja Mabes TNI dibidang Operasi dan Latihan antara TNI(Tentara Nasional Indonesia) dengan US-PACOM (United States Pacific Command) bidang Medis,” ujarnya.

Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., menuturkan bahwa, Latihan Bersama PP 16 merupakan kegiatan tahunan operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana dalam bentuk pengerahan kekuatan Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika, yaitu  Kapal Rumah sakit Amerika Serikat (USNS) Mercy bekerja sama dengan negara di Asia Pasifik.

“Kegiatan tersebut mencakup Engineering Civic Action Program, Medical Civic Action Program, Community Relationship, Table Top Exercise, Command Post Exercise, Field Training Exercise dan beberapa kegiatan tambahan lainnya,” katanya.

Di Indonesia, kegiatan ini telah dilaksanakan pada tahun 2010 di Ambon, tahun 2012 di Provinsi Maluku, tahun 2014 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan  kali ini Kota Padang terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Pacific Partnership 2016,dengan tema  “Melalui Latihan Bersama antara TNI dan USPACOM Pacific Partnership 2016, Kita Tingkatkan Kemampuan Satuan TNI dalam Operasi Bersama Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Guna Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Lebih lanjut Asops Panglima TNI mengatakan, Latma PP 16 ini dapat menjadi forum bagi kita semua untuk meningkatkan kepercayaan serta sebagai wahana bertukar pengalaman dan pengetahuan tanpa menghilangkan rasa saling menghargai  dengan standart prosedur yang ada antara kedua negara dan institusi, sehingga tujuan latihan dapat tercapai.“Selain itu, latihan ini dapat meningkatkan kemampuan personel TNI dalam upaya mengorganisir latihan kesehatan militer yang bersekala internasional,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A.,  menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan khususnya pemerintah Kota Padang yang telah banyak memberikan dukungan dan fasilitasi kegiatan latihan, dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung kesuksesan kegiatan latihan ini.

“Ucapan terima kasih yang sama ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat khususnya US-PACOM yang telah memberikan Latihan Bersama Kesehatan Militer TNI dan US-PACOM, yang telah memberikan kontribusi besar kepada masyarakat di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang,” pungkasnya.

Sementara itu Dubes AS untuk Republik Indonesia Mr. Brian Mc Feeters menyampaikan ucapan terima kasih kepadaPemerintah Indonesia menjadi tuan rumah  Latma PP 16, dan tahun ini menjadi misi ke lima USNS Mercy mengunjungi Indonesia sejak tahun 2006. “Saya juga mengapresiasi kinerja serta usaha kedua belah pihak, baik dari pihak Pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat yang sudah bekerja keras untuk mensukseskan berlangsungnya acara Pacific Partnershipini,” ujarnya.

“Indonesia secara luas diakui sebagai pemimpin di Kawasan Asia-Pasifik, dan kami menghargai komitmennya untuk kerja sama regional. Pacific Partnership adalah misi multilateral bantuan kemanusiaan dan bantuan kesiapan bencana terbesar tahunan yang dilakukan di Asia-Pasifik,” kata Mr. Brian Mc Feeters mengakhiri sambutannya.

Peserta Latma Pacific Partnership 2016 yang melibatkan 2.711 personel  TNI dan AS,  terdiri dari Indonesia 1.609personel dan Amerika 1.102 personel, juga melibatkan negara Australia, Jepang, Kanada, Korea Selatan dan Selandia Baru.Sedangkan, Alutsista yang dihadirkan adalah KRI Makassar 590 dengan Komandan Letkol Laut (P)  Elmondo Samuel Sianipar dan Kapal Rumah Sakit USNS Mercy dengan Komandan Kapal Captain Navy Tom William.

Disamping itu, Pacific Partnership 2016 juga melibatkan relawan Non Government Organization (NGO) diantaranya “Project Hope Indonesia” Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, US Public Health Service USA, Latter Day Saint Charities Strengthening Families dan  Pre Dental Society NGO dari Universitas California San Diego.

Adapun tujuan Pacific Parnership 2016 adalah melatih dan meningkatkan kemampuan koordinasi, interoperabilitas antar lembaga dan antar negara dalam penanggulangan bencana. Selain itu, untuk analisa pasca bencana dan meningkatkan ketrampilan kemampuan Emergency Preparednes bagi Personel Kesehatan TNI dan US-PACOM serta masyarakat Sumatera Barat.

Turut hadir dalam acara pembukaan Latma PP 16, diantaranya  Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS,  Danrem Padang Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, S,I,P., Kapolda Sumbar Brigjen Polisi Drs. Basarudin, S.H., M.H., Dansatgas PP 16 Kolonel Laut (K/W) drg. Nora Lelyana, MH.Kes, Wadansatgas PP 16 Kolonel Laut (PM) Widhy Sutedjo, S.H.,M.Tr (Han), Komandan Lanud Padang Kolonel Pnb I Putra Gede Suartika, Walikota Padang H. Mahyeldi SP, Komandan KRI Makassar Letkol Laut (P) Elmondo Samuel Sianipar, Real Admiral James S. Bynum, Consul General Juha Salin, Capt Tom Williams, Captain Navy Peter Roberts as Commanding Officer Medical Treatment Facility, New Zealand Defense Attach Colonel Nigel Smith, Australian Commander Plath.
Terlibat Pembunuhan dan Penyalahgunaan Narkoba, Dua Prajurit Ini Dipecat

Terlibat Pembunuhan dan Penyalahgunaan Narkoba, Dua Prajurit Ini Dipecat


 Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana memberikan sanksi tegas bagi prajurit yang melakukan pelanggaran pidana dan sumpah sapta marga, 8 wajib TNI. Dua prajurit bintara dan tamtama dipecat dengan tidak hormat (PTDH) karena terbukti  melakukan pembunuhan dan penyalahgunaan narkoba.

Dua prajurit yang dipecat dari kedinasan TNI AD yakni  Serda Marsidi babinsa di Kecamatan Muncar Banyuwangi, Kodim 0825/Banyuwangi , karena melakukan pembunuhan di Banyuwangi. Serta Kopda Kusnandar, tamtama rumah sakit Soepraoen, Malang, Kesdam V/Brawijaya, karena terjerat peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Upacara pemecatan dipimpin langsung Pangdam Mayjen TNI I Made Sukadana di lapangan Makodam V/Brawijaya, Senin 22 Agustus 2016 pagi.

Dalam amanatnya, pangdam menyampaikan tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada seluruh prajurit di lingkungan Kodam V/Brawijaya untuk memposisikan sebagai garda terdepan dalam membela negeri tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

“Membela tanah air tidak hanya dengan secara sadar dan ikhlas melaksanakan Sapta Marga dan 8 Wajib TNI,” katanya.

“Hal ini dapat diaktualisasi dengan tidak melakukan segala bentuk pelanggaran sekecil apapun. Apalagi pelanggaran-pelanggaran berat diantaranya desersi. THTI, penyalahgunaan narkoba, asusila, penganiayaan, perkelahian, penyalahgunaan wewenang, werving dan melaksanakan tradisi satuan yang salah,” tuturnya.

Pendampingan itu dilakukan sehubungan dengan adanya pemecatan tidak hormat yang akan ditujukan kepada Kopda Kusnandar anggota Kodim 0825/Banyuwangi yang terlibat kasus pembunuhan beserta yang terlibat dalam kasus narkoba dan narkotika.

Di sela-sela upacara berlangsung, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana menghimbau seluruh prajuritnya untuk bisa memposisikan diri dalam menjalankan tugas sebagai TNI. "Patuhi Sapta Marga, jalankan tugas dengan rasa ikhlas," tegasnya.

Pangdam mengatakan, upacara bendera kali ini yang dirangkai dengan acara pemberhentian dengan tidak hormat terhadap dua prajurit. “Ini membuktikan bahwa masih adanya pelanggaran yang dilakukan, pelanggaran disiplin prajurit maupun pelanggaran pidana,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kepada semua unsur pimpinan satuan jajaran Kodam V/Brawijaya agar senantiasa dan terus menerus menjadi contoh dan tauladan bagi anak buahnya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Selain itu, kata Mantan Danrem 172/Praja Wirayakti itu, dalam upacara bendera yang digelarnya saat ini merupakan suatu momentum dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. “Melalui upacara ini, saya juga mengajak semua anak bangsa untuk mereformasi diri dengan lebih menghargai dan menghormati bendera negara yang sudah diperjuangkan dengan cucuran darah dan air mata serta harta   benda para pejuang dan pahlawan kusuma bangsa,” tuturnya.

Pangdam menambahkan, pada  kesempatan kali ini, dirinya mengajak seluruh prajuritnya untuk memposisikan diri sebagai pelopor dalam memberi contoh baik kepada masyarakat. “Kita semua harus menjadi contoh rakyat tentang bagaimana membangkitkan kembali rasa nasionalisme serta kecintaan kepada Tanah Air dengan cara menempatkan sang Merah Putih yang pantas dan terhormat sesuai dengan aturan undang-undang,” ajaknya.

Diakhir amanatnya, Mayjen TNI I Made Sukadana juga menghimbau kepada seluruh aparat intelijen lebih mempertajam keamanan dalam melakukan berbagai macam deteksi yang dinilai bisa menimbulkan suatu permasalahan di kalangan masyarakat. “Dalam hal ini peran aparat Intelijen harus lebih mempertajam dalam rangka deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai masalah yang dapat menjadi potensi ancaman terhadap negara dan terganggunya kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur,”pintanya.
Pembongkaran Bangunan Tak Bertuan, Babinsa Cantikan Dilibatkan

Pembongkaran Bangunan Tak Bertuan, Babinsa Cantikan Dilibatkan


 Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Babinsa Koramil 0830/03 Pabean Cantikan Serda Rois membantu Bimaspol dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Pabean Cantikan untuk menertibkan bangunan tidak bertuan dan tidak terpakai di sepanjang ruas Jl. Panggung, Kota Surabaya. Selasa (23/08)

“Babinsa ikut di libatkan pada penertiban pagi ini, untuk membantu kelancaran kinerja Satpol PP, khususnya saat mediasi dengan pemilik bangunan-bangunan liar tersebut,” kata petugas Satpol PP, di lapangan. 

Memang di lapangan sangat terlihat begitu menonjol Peran dari Babinsa itu sendiri, yang lebih cenderung aktif sebagai perantara komunikasi antara pemilik bangunan liar dengan pihak Satpol PP.

Penertiban tersebut dalam rangka pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya mengenai penataan pedagang kaki lima. Hermawan mengaku ditargetkan seluruh wilayah Bantul nantinya akan bersih dari PKL, namun untuk mencapai hal itu pihaknya menggunakan pendekatan kepada para pedagang.

Sejak awal tahun pihaknya telah melakukan dialog dengan para pedagang setiap pekan. Nantinya penertiban juga akan dilakukan secara bertahap.

“Meski akan dibersihkan dari PKL, namun sesuai perda jika pemkab belum mampu menyediakan tempat alternatif maka para pedagang diperbolehkan berjualan sementara waktu, meski pihak Pemkot melakukan pembatasan jam operasional dan mereka diminta untuk menggunakan lapak yang bisa dibongkar pasang,” Kata salah satu petugas Satpol PP.

Babinsa Ini Tanamkan Wawasan Belanegara dan Cinta Tanah Air ke Pelajar Surabaya

Babinsa Ini Tanamkan Wawasan Belanegara dan Cinta Tanah Air ke Pelajar Surabaya


 Untuk membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, TNI memiliki cara jitu tersendiri. Seperti yang dilakukan oleh Serka Siswono anggota Koramil Kenjeran dari Kodim Surabaya Timur kepada generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah menengah melalui pembinaan Saka Wira Kartika.

Siswono mengaku salah satu materi yang diberikan kepada para pelajar adalah mengenai pengenalan senjata ringan seperti M16A1 dan Pistol P-1. Selain itu Siswono juga memberikan pengetahuan tentang bela Negara kepada pelajar yang berasal dari berbagai sekolahan menengah di wilayahnya.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat. Membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Serka Siswono.

“Tujuan lain kegiatan ini adalah untuk membina sekaligus juga membentuk generasi muda sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia yang harus mempunyai sikap kepribadian yang disiplin, trampil, dan memiliki semangat Bela Negara,” tambahnya lagi.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan 1 minggu sekali ini diikuti sebanyak 31 pelajar yakni 23 orang dari SMAN 3, 3 orang dari SMA Wahid Hasyim dan 5 orang dari SMA Taruna Rungkut.
Babinsa Krembangan Aktif Tingkatkan Komunikasi Dengan Warga

Babinsa Krembangan Aktif Tingkatkan Komunikasi Dengan Warga


 Untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama yang baik dalam rangka mendukung Tugas Pokok Babinsa serta terwujudnya Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, anggota Koramil 0830/01 Krembangan jajaran Kodim 0830/Surabaya Utara Dupak Serma Arif Muntaviv secara rutin dan berkesinambungan melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat di Desa binaannya.

Demi menjaga hubungan yang harmonis antara Babinsa dengan masyarakat binaannya, Serma Arif  Muntaviv secara rutin mendatangi dan berkomunikasi dengan Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya. Salah satunya dengan mendatangi warga Rembang RW. 4 Kelurahan Dupak Kota Surabaya.  Selasa  (23/8/2016).

Pelaksanaan Komunikasi Sosial ini merupakan tugas rutin yang dilaksanakan Babinsa untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan dari Babinsa tersebut dan akan lebih mempererat hubungan antara TNI dan Masyarakat.

“Babinsa sebagai ujung tombak satuan di lapangan bertugas mencari dan menggali informasi yang berkembang di masyarakat, jika ditemukan permasalahan secara bersama mencari solusi untuk menuntaskannya”, ujar Serma Arif  Muntaviv.
Binter : Tokoh Agama Bangkalan di Minta Ikut Berperan Aktif Ciptakan Suasana Kondusif

Binter : Tokoh Agama Bangkalan di Minta Ikut Berperan Aktif Ciptakan Suasana Kondusif


 Untuk menjalin komunikasi dua arah antara Babinsa dengan warga sekaligus dapat mengetahui berbagai macam persoalan di daerahnya, setiap personil Babinsa dituntut wajib menguasai atau memiliki kemampuan komunikasi sosial (Komsos).

Dengan begitu setiap ada informasi yang berkembang cepat ditengah masyarakat, Babinsa dapat ikut berperan aktif dan mencari solusi atau jalan keluar. Selain itu dengan adanya keterlibatan Babinsa ditengah masyarakat dapat mempererat tali silahturahmi antara TNI – rakyat.

Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 10/Galis  jajaran Kodim 0829/Bangkalan Serma Supaedi, secara rutin dia melakukan pendekatan sosial ke beberapa tokoh agama dan masyarakat melalui anjangsana.

Saat menemui salah seorang tokoh agama didaerahnya yakni H. Ismail dia meminta agar ikut berperan serta menciptakan kondusifitas wilayah dengan tetap menjaga kerukunan antar warga.

“Saya hanya berpesan agar tokoh agama ikut berperan aktif  menciptakan situasi yang kondusif bersama masyarakat” Ujarnya saat dikonfirmasi mengenai kegiatannya di kediaman H. Ismail Kelurahan Kajuanak Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/8/2016).
Personil TNI - Polri dan Dishub Gencar Turun ke Jalan Mencari Pelanggar Lalu lintas

Personil TNI - Polri dan Dishub Gencar Turun ke Jalan Mencari Pelanggar Lalu lintas


 Personel Gabungan TNI - Polri dan Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi sejak senin lalu (22/8/2016) mulai gencar turun ke jalan dalam rangka penegakan ketertiban (Gaktib) di sepanjang jalan Kabupaten Ngawi.

Selama pukul 11.00 WIB hingga 12.20 WIB siang sejumlah pengendara roda dua dan empat termasuk kendaraan umum seperti truk dan bus dihentikan oleh petugas untuk diperiksa surat-surat kelengkapannya sampai dengan pemeriksaan layak jalan.

Ada sekitar 15 orang dari Polres Ngawi, 5 dari Subdenpom dan 20 orang dari Dishub yang dilibatkan dalam operasi Gaktib kali ini dan dibawah kendali Kapten CPM Sugiyono.

Dari operasi ini petugas dilapangan berhasil mendapatkan 8 pengendara motor tidak dilengkapi surat dan 33 kendaraan yang sudah mati Kir sehingga petugas terpaksa harus mengeluarkan surat tilang. Sedangkan dari militer hingga Gaktib selesai dilakukan tidak mendapatkan pelanggar sama sekali karena semuanya sudah dilengkapi dengan surat.

Gaktib sendiri bertujuan untuk menekan jumlah angka pelanggar lalu lintas baik yang dilakukan oleh sipil maupun militer. Selain itu untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengendara lain agar selamat dijalan raya.  (ARS)

Sunday, 21 August 2016

Ada Yang Memprovokasi Warga Dibalik Bentrokan TNI AU vs Warga di Medan

Ada Yang Memprovokasi Warga Dibalik Bentrokan TNI AU vs Warga di Medan

Anggota TNI AU berusaha memadamkan ban yang dibakar oleh warga Sarirejo dan meminta membubarkan diri (Sbr foto : Sumutpos)
 Bentrokan antara TNI AU VS Warga di Sarirejo Polonia Medan beberapa waktu lalu telah menyisakan luka diantara kedua pihak, Senin (15/8/2016). Pasalnya kedua pihak sama-sama terhasut oleh isu yang berkembang dimasyarakat jika akan ada penggusuran lahan yang dilakukan oleh TNI AU terhadap rumah-rumah warga.

Seperti dikutip dari laman resmi TNI AU, Kejadian bermula saat anggota TNI AU dari Lanud Soewondo datang melakukan pengukuran lahan untuk rencana pembangunan Rusunawa bagi tempat tinggal prajurit Lanud Soewondo, namun dari kejauhan tiba-tiba terdengar suara teriakan keras bernada  provokatif.

Anggota TNI AU lalu mendatangi asal suara tersebut ternyata berasal dari speaker masjid dan kemudian mencari beberapa orang yang berupaya menghasut warga lainnya. Namun naas, seluruh warga sudah terlanjur keluar rumah dan berkumpul dijalan-jalan kemudian melakukan pemblokiran jalan dengan melintangkan pohon sekaligus membakar ban serta kayu.

Kopda Wiwin
Beberapa kali anggota TNI AU meminta warga membubarkan diri namun tidak digubris, sebaliknya warga justru bertindak anarkhis dan brutal dengan melempari anggota TNI AU dengan batu, botol dan air gelas. Diantara warga juga terlihat menggunakan senjata tajam seperti parang, golok, panah beracun, pisau, tombak, bahkan gear sepeda motor yang sudah diasah dengan tajam.

Akibat insiden ini sejumlah warga dan dua orang wartawan serta puluhan anggota TNI AU terluka. Salah seorang prajurit diketahui bernama Kopda Wiwin mengalami luka robek dibelakang telinga dan memar di kepala belakang akibat lemparan batu dari arah warga. Ada juga yang terkena panah beracun serta benda-benda tajam lainnya.  Peristiwa ini juga sempat terekam di CCTV masjid dan tersebar di Youtube serta Medsos sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat maupun TNI.

Friday, 19 August 2016

Suryo Prabowo Diblacklist, Panglima TNI Tidak Suka Cara Pemerintah Singapura

Suryo Prabowo Diblacklist, Panglima TNI Tidak Suka Cara Pemerintah Singapura

(Sbr foto : Republika)
 Diblacklistnya mantan Kasum TNI Letjend (Purn) Suryo Prabowo oleh pihak keimigrasian Singapura membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo angkat bicara.

Dengan blak-blakan orang nomor satu di jajaran  TNI itu menyebut pemerintah Singapura tidak tahu etika dengan memasukkan seorang mantan pejabat TNI ke daftar blacklist tanpa alasan kuat. Untuk itu Gatot Nurmantyo melalui Kemenlu untuk menyampaikan nota protes ke pemerintah Singapura atas perlakuannya kepada mantan petinggi TNI tersebut.

Tidak hanya institusi TNI, Badan Intelijen Strategis (BAIS) melalui Kepala BAIS juga melakukan hal serupa ke Atase Pertahanan Singapura yang ada di Indonesia.

"TNI sudah berkoordinasi, begitu juga Kepala Bais sudah menyampaikan protesnya kepada Atase Pertahanan yang ada di Indonesia," kata Panglima TNI seperti yang dikutip pada laman Antara, Jumat (19/8/2016).

Menurut Gatot Nurmantyo tindakan Singapura ini bisa saja terjadi pada dirinya jika tidak direspon dengan cepat.

"Kami sudah menyampaikan surat kepada Kemenlu agar menyampaikan nota protes kepada Singapura. Bisa saja, suatu saat saya akan di black list juga," katanya.

Gatot Nurmantyo mengaku tidak suka dengan perlakuan pemerintah Singapura yang seenaknya sendiri memblacklist mantan prajurit tanpa konfirmasi atau alasan jelas apalagi yang diperlakukan seperti itu adalah orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI.

"Saya sendiri sebagai Panglima TNI tidak senang dengan pemerintah Singapura yang memperlakukan mantan prajurit TNI seperti itu," tegas Panglima TNI.

Awalnya Suryo Prabowo tidak tahu jika dirinya masuk daftar blacklist pemerintah Singapura, di kantor imigrasi bandara Changi Singapura dirinya sempat diinterogasi terkait kedekatannya dengan orang bernama Indra M. Karena tidak kenal maka Suryo dilepas dan dipersilahkan kembali ke Indonesia.

”Saya transit di Singapura kemudian keluar terminal untuk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17-an di kampung saya. Di imigrasi ternyata nama saya ada di daftar black list, lalu saya diinterview panjang lebar selama 1 jam-an tentang riwayat hidup saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M," papar Suryo kepada para pembaca akun media sosial miliknya, Selasa (17/8/2016).

Thursday, 18 August 2016

Luar Biasa, Anggota OPM Ini Bersedia Turun Gunung Ingin Jadi Satpol PP

Luar Biasa, Anggota OPM Ini Bersedia Turun Gunung Ingin Jadi Satpol PP

Illustrasi (Sbr foto : Menaranews)
 Inilah salah satu gebrakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Papua dalam mendekati dan merangkul anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) agar turun gunung dan tidak mengangkat senjata lagi.

Sejumlah anggota OPM yang sebelumnya dianggap sebagai kelompok anti pembangunan kini sebagian sudah ada yang mulai menerima dan ingin bersama pemerintah membangun Papua bersama-sama.

Salah satunya dengan mendaftarkan diri menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibawah naungan Pemkab Puncak Jaya, Papua.

Pemkab juga akan memberikan sejumlah fasilitas diantaranya menawarkan pendidikan bagi yang ingin menerimanya dengan biaya ditanggung Pemkab sepenuhnya.

“Pemkab siap memfasilitasi dan membantu sepenuhnya biaya pendidikan mantan TPN OPM yang ingin bersekolah,” ujar Bupati Puncak Jaya Hanock Ibo kepada Antara, Kamis (18/8).

Selain itu, pemerintah setempat juga telah menyediakan fasilitas rumah dan bantuan empat unit alat pemotong kayu sehingga mantan anggota Benny Wenda tersebut bisa diproyeksikan menjadi salah satu pemasok kayu dan mendapatkan bisnis untuk menghidup keluarga mereka.

“Semua cara dan upaya sudah dilakukan pemda agar para mantan OPM punya penghidupan sendiri hingga tidak lagi mengangkat senjata dan menyerang TNI, Polri, dan warga sipil,” katanya.