Headline

Previous
Next

Monday, 26 September 2016

Quraish Shihab : Makna Hijrah Itu Untuk Mewujudkan Cinta Kepada Tanah Airnya

Quraish Shihab : Makna Hijrah Itu Untuk Mewujudkan Cinta Kepada Tanah Airnya


Kelompok radikal ISIS dalam menjalankan misinya menjadikan hijrah sebagai alat propaganda untuk menarik pengikutnya agar pindah ke Suriah untuk mendirikan khilafah. Namun yang terjadi di Suriah mereka justru dijadikan alat untuk berperang dan menjalankan aksi keji dan brutal ISIS. Bahkan aksi mereka tidak hanya dilakukan di Suriah dan Irak, tapi ISIS juga mendidik simpatisannya untuk melancarkan aksi terorisme di seluruh dunia.

Namun propaganda yang dilancarkan ISIS dengan mengajak ber-Hijrah ke Suriah tersebut mendapat bantahan dari Tokoh agama yang juga tokoh nasional, Prof. Dr. Quraish Shihab, MA. Mantan Menteri Agama pada Kabine Pembangunan VII ini berpendapat bahwa makna dari Hijrah itu adalah ungkapan cinta tanah air yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Karena itulah, hijrah harus dimaknai oleh bangsa Indonesia untuk lebih mencintai tanah air demi menciptakan negeri yang adil, damai, dan sejahtera.

"Hijrah itu meninggalkan yang buruk menuju yang baik," ungkap Prof. Dr. Quraish Shihab dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah di Jakarta, Senin (26/9/2016). Tahun baru Hijriyah 1 Muharram akan jatuh pada hari Minggu, 2 Oktober 2016.

Menurut Quraish Shihab, Rasululloh Muhammad SAW melakukan hijrah dikarenakan kondisi tidak aman di Mekkah dan atas perintah Allah SWT. Sebelum hijrah turun, sahabat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah mengajak Rasul untuk hijrah. Namun karena belum mendapat perintah hijrah, ajakan itu tidak dilaksanakan. Baru setelah perintah langsung turun dari Allah, Nabi Muhammad SAW pun hijrah.

"Sebelum hijrah ke Madinah, nabi lebih dulu hijrah ke Habasa (Syam/Suriah), meski Habasa dipimpin Raja Kristen. Namun karena raja itu baik dan adil, Rasulullah memerintahkan hijrah ke Habasa, sebelum kemudian hijrah lagi ke Madinah. Dari situ dipetik makna bahwa dalam hijrah harus ada optimisme," kata Quraish Shihab.

Di jaman sekarang, tutur Quraish Shihab, hijrah bisa diwujudkan dengan menciptakan kehidupan yang lebih baik di segala bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial, ideologi, dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bukan hijrah untuk berperang, apalagi membunuh sesama manusia.

Pada kesempatan itu, Quraish Shihab juga menjelaskan kenapa Tahun Baru Islam dimulai dari hijrah Nabi Muhammad SAW, bukan pada waktu nabi meraih kemenangan. "Karena kalau kemenangan orang biasanya akan merasa puas," kata pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir ini.

Ia menjabarkan bahwa hijrah dipilih untuk Tahun Baru Islam karena hijrah memiliki tiga nilai penting yang harus dipahami umat muslim. Pertama, ada kaitan antara hijrah dengan keamanan karena pada waktu itu terjadi teror atau ancaman pembunuhan terhadap Rasulullah dan para pengikutnya.

"Yang kedua, meskipun hijrah perintah langsung dari Allah, namun Rasulullah tetap melakukan perencanaan sebelum melakukan hijrah ke Madinah. Lalu yang ketiga, dalam hijrah terdapat kebersamaan, karena pada waktu itu terdapat anak, remaja dan orang tua," ujar pria yang pernah menjadi Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini mengakhiri. (Adri Irianto)
Berlakukan Petrus, Menlu Filipina Melarang Negara Lain Ikut Campur

Berlakukan Petrus, Menlu Filipina Melarang Negara Lain Ikut Campur

Di fillipina penembakan misterius (Petrus) untuk membasmi genk Narkoba sudah mulai diberlakukan, terlihat Olaires menangisi jasad suaminya yang tewas terkapar ditembak orang tak dikenal.
 Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin negara di Sidang Majelis Umum PBB di New York Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay minta kepada negara lain agar tidak ikut campur urusan dalam negeri Filipina.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Yasay terkait adanya tantangan domestik yang dihadapi negaranya.

"Kami mendesak setiap orang mengizinkan kami menghadapi tantangan dalam negeri untuk bisa mencapai tujuan nasional kami tanpa campur tangan yang tidak perlu," ujar Yasay, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin (26/9)

Bukan hanya itu, Yasay mengungapkan kegeramannya kepada beberapa negara yang justru dianggap menghalangi upaya penegakan hukum diwilayahnya khususnya dalam hal ini penindakan terhadap pelaku pengedar Narkoba.

Diketahui, pemerintahan Filipina sejak berada dibawah Presiden Duterte sudah sekitar 3.000  pengedar dan pemakai Narkoba yang dibunuh. Sepertiganya dibunuh oleh polisi dan sisanya dilakukan penyerang tidak dikenal sejenis penembakan misterius (Petrus) yang pernah diberlakukan di Indonesia saat era Presiden Soeharto.

Hal ini juga yang membuat PBB, Uni Eropa dan Amerika Serikat bersuara keras terkait tindakan pemerintah Duterte yang dianggap melakukan pembunuhan tanpa peradilan.

"Kami tidak punya dan tidak akan pernah memberdayakan penegak hukum untuk menembak atau bahkan membunuh orang-orang yang diduga penjahat narkoba," ucap Yasay yang dilansir dari laman Merdeka.com.

Menurutnya, pembunuhan ekstrayudisial tidak memperoleh tempat dalam masyarakat dan sistem peradilan pidana Filipina. Tak hanya itu, Yasay menyebutkan 92 persen masyarakat Filipina setuju atas tindakannya.

Yasay menuturkan, kampanye perang narkoba yang dilakukan Duterte sepertinya telah disalahpahami oleh masyarakat dunia.

"Aksi kami, bagaimana pun, telah menjadi berita utama nasional dan perhatian internasional dan ada kesalahpahaman di sana," tuturnya.

Yasay dengan tegas mengatakan, negaranya tidak akan bisa memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) baru PBB yang diadopsi tahun lalu, jika tidak menangani korupsi dan narkoba di Filipina.

Sunday, 25 September 2016

Si Mayor dengan Wawasan Jenderal, Petarung Muda Pilgub DKI 2017 dari Cikeas

Si Mayor dengan Wawasan Jenderal, Petarung Muda Pilgub DKI 2017 dari Cikeas


 Peta pertarungan politik memperebutkan kursi Pilgub DKI 2017 semakin panas dan seru dengan hadirnya sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpasangan dengan Sylviana Murni. AHY yang secara tiba-tiba menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Markas Besar Angkatan Darat telah mengejutkan banyak pihak karena tidak ada yang menduga putra sulung SBY yang mengawali kariernya di militer dengan gemilang secara mendadak mengambil langkah berani dengan meletakkan “tongkat komando” kebanggaannya untuk bertarung di Pilgub 2017 melawan incumbent Ahok dan cagub lainnya.

Ada sebagian suara publik yang menyayangkan langkah ini namun tidak sedikit juga yang mendukung langkah AHY sebagai langkah menuju perubahan untuk warga DKI jika terpilih.

Oleh sejumlah pengamat, keputusan AHY dinilai cukup berani dan strategis. Dikatakan strategis karena targetnya tidak hanya Pilgub tapi bisa lebih dari itu jika dalam Pilgub 2017 ini berhasil memperoleh kemenangan.

Dimata publik, AHY dikenal sebagai sosok yang kharismatik dan smart. Saat menempuh pendidikan di sekolah militer Angkatan Darat Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat (AS), AHY dianugrahi tiga gelar yaitu Distinguish International Honour Graduated, Medali The Order of Saint Maurice, dan The Commandants List.

Siapakah sosok fenomenal AHY ini?
AHY adalah anak pertama pasangan mantan presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ani Yudhoyono putri seorang tokoh terkenal di korps baret merah Kopassus Sarwo Edhie. Di usianya yang ke 18 tahun AHY mengenyam pendidikan sekolah menengah di SMA favorit Taruna Nusantara Magelang tahun 1994, dan diakhir pendidikannya AHY berhasil meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas tahun 1997 dimana medali tersebut hanya diberikan pada siswa yang memiliki predikat sebagai lulusan terbaik.

Selesai mengikuti pendidikan di Taruna Nusantara, AHY kemudian memilih mengembangkan kariernya dimiliter sebagai Taruna di Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti jejak ayahnya. Sekali lagi, ia berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan dengan keberhasilannya mendapat penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta medali Adhi Makayasa pada Desember 2000. Kemampuan AHY semakin teruji saat dirinya mulai mengikuti Pendidikan Dasar Kecabangan Infanteri (Sarcabif) dan Kursus Combat Intel tahun 2001. Dalam pendidikan tersebut AHY kembali menunjukkan kemampuan akademisnya dengan predikat lulusan terbaik.

Tahun 2002, AHY mengawali karier militernya sebagai Komandan Peleton (Danton) di Yonif Linud 305/Tengkorak Kostrad. Ilmu kepemimpinannya semakin terasah saat dirinya ditugaskan ke Aceh bersama prajurit TNI lainnya dalam rangka operasi pemulihan keamanan.

Di Singapura saat dirinya mengikuti pendidikan Master tahun 2005, Ia lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak atas gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University. Selain itu ia juga menjadi salah satu peserta forum the Asean 100 Leadership, dan setelahnya kembali menjadi peserta forum Asean Leadership ketiga di Malaysia pada tahun 2006. Antara tahun 2008 s.d 2009 AHY didaulat menjadi observer pada event seminar The Pacific Armies Management.

Tahun 2008, Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta AHY membentuk sebuah tim kecil terkait rencana pendirian Universitas Pertahanan (Unhan) yang mana universitas ini nantinya didirikan sebagai perguruan tinggi negeri untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi serta pendidikan profesi dibidang pertahanan  dan belanegara setaraf Magister atau S-2 dengan standarisasi kelas dunia (World Class).

AHY pernah digadang-gadang memiliki kecerdasan melebihi SBY yang juga salah satu peraih medali Adhi Makayasha tahun 1973. Bahkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sendiri mengakui AHY sebagai salah satu perwira muda berdedikasi tinggi yang pernah disiapkan sebagai salah satu pemimpin TNI dimasa depan beserta perwira terbaik lainnya.

Jelaslah sudah, dengan segudang pengalaman dan prestasi yang melekat pada dirinya tersebut akan menjadikannya sebagai salah satu petarung muda  yang cukup diperhitungkan dalam Pilgub 2017 kali ini. Baginya, enam belas tahun dinas aktif dimiliter sudah cukup untuk membuktikan kemampuannya berpikir dan bertindak strategis. Tidak hanya itu, sebagai salah satu putera mahkota Cikeas sangat tidak mungkin ia tidak tahu bagaimana lika-liku menjalankan sebuah roda pemerintahan mengingat ayahnya pernah menjabat sebagai Presiden RI ke 6.

Tidak heran jika ada yang mengatakan AHY ini meski berpangkat mayor tapi wawasannya sudah setingkat jenderal.

Muncul sejumlah prediksi, jika AHY berhasil meraih kemenangan dalam Pilgub DKI 2017 ini, ia akan memiliki modal utama untuk maju ke Pilpres 2019. Tapi jika kalah, Partai Demokrat sudah siap menarik AHY dan menjadikannya sebagai figur pemimpin partai yang akan datang mengingat saat ini belum ada figur yang cocok menggantikan SBY sebagai Ketua Umum.

Jadi tidak ada kekalahan bagi AHY dalam pertarungan sengit kali ini karena semua sudah terukur dan terencana.

"Salam"

Saturday, 24 September 2016

Pengunduran Diri Agus Yudhoyono dari TNI Sudah Sesuai Aturan

Pengunduran Diri Agus Yudhoyono dari TNI Sudah Sesuai Aturan


Mabes TNI memastikan pengunduran diri Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono sudah sesuai dengan aturan dan Surat Pengunduran Diri sudah diterima Kepala Staf Angkatan Darat. Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (23/9/2016).

“Secara prosedur Mayor Agus telah  mengajukan Surat Pengunduran Diri secara berjenjang kepada Komandan Brigif, Pangdam Jaya, Kasad dan untuk surat sudah diterima Kasad dan sudah disetujui dengan tembusan Panglima TNI,”  kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Panglima TNI, terkait Pilkada telah diatur secara jelas dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor : ST/983/2016 tanggal 9 Agustus 2016 tentang ketentuan dan tata acara Pemilu Pilkada bagi seluruh anggota TNI dan PNS TNI.

“Pengunduran Mayor Agus adalah hak keinginan pribadi, tidak bisa ditolak dan kita menghormati pilihan tersebut. Jadi Mayor Agus harus berhenti dan sudah mengajukan surat kepada Kasad,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan sewaktu menjadi Kasad, pernah mengumpulkan Perwira Terbaik Angkatan Darat Abituren tahun 1990 s.d. 2004 untuk menyusun program-program reformasi TNI, doktrin-doktrin, dan strategi pertempuran, dimana Mayor Agus menjadi salah satu Kader yang disiapkan untuk menjadi pemimpin TNI dimasa depan.

Mantan Pangkostrad dan Pangdam V/Brawijaya ini menuturkan bahwa, Mayor Agus sejak SMA Taruna Nusantara di Magelang selalu nomor 1, nilainya sampai sekarang belum ada yang menyaingi. Kemudian ketika lulus di Akmil memperoleh predikat Adhi Makayasa, berdasarkan nilai terbaik dari aspek mental, fisik, dan intelektual. “Mari kita berpikir positif, memilih karier di politik boleh-boleh saja karena di beberapa negara maju, jarang militer aktif sampai pensiun,” ujarnya.

Gatot  juga mengatakan bahwa, Agus sendiri juga belum genap 20 tahun masa ikatan dinas, sehingga tidak mendapat hak pensiun mengingat Agus baru 16 tahun mengabdi di TNI pada saat ini. “Pengunduran diri Mayor Agus dari anggota TNI untuk mengikuti Pilkada, maka ia diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan TNI,” ujar alumni Almil tahun 1982 ini.

Terkait pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017, Panglima TNI menerima perintah dari Presiden Jokowi untuk memastikan netralitas prajurit TNI. “Saya menghimbau kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui anggota TNI yang tidak netral, tolong sebutkan nama dan pangkatnya, sehingga bisa kami cari, diadakan penyelidikan dan proses hukum,” kata Jenderal kelahiran Tegal ini menagakhiri. (Noor Irawan / Puspen TNI)
Pasangan Agus-Sylviana Resmi Daftarkan Diri ke KPUD DKI Jakarta

Pasangan Agus-Sylviana Resmi Daftarkan Diri ke KPUD DKI Jakarta


 Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Koalisi Cikeas, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni akhirnya resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur pada Pilkada DKI 2017 mendatang. Sang adik, Edi Bakara Yudhoyono terlihat mengantarkan Agus untuk mendaftar.

Saat tiba di KPU DKI, Agus langsung menuju ruang pendaftaran di lantai dua gedung KPU DKI Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat. Rombongan pengusung Agus-Sylviana juga langsung disambut oleh ketua KPUD DKI Sumarno dan jajarannya.

Sesampainya di ruang pendaftaran, Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo sebagai perwakilan dari partai pengusung mengutarakan tujuannya untuk mendaftarkan Agus-Sylviana sebagai Paslon Cagub-Cawagub DKI pada Pilkada 2017 mendatang.

"Bismillahirrahmanirrahim, kedatangan kami di sini untuk mengusung dan mendaftarkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilkada 2017 mendatang," kata Eko di ruang pendaftaran KPUD Jumat malam, 23 September 2016.

Eko juga mengatakan telah membawa berkas yang menjadi persyaratan. Sambil menyerahkan berkas, Eko berharap pasangan Agus-Sylviana dapat bermanfaat untuk rakyat. "Ini berkasnya kami serahkan, jika ada yang kurang kami mohon disampaikan dan akan kami lengkapi pada waktu yang telah ditentukan. Semoga bermanfaat dan semoga bermanfaat juga untuk warga Jakarta," kata Eko

Kemudian berkas yang diserahkan oleh Eko diterima dengan baik oleh ketua KPUD DKI Jakarta, Sumarno. Sumarno mengatakan, akan memeriksa berkas yang diberikan dan akan memberitahu apabila ada kekurangan. "Kami terima berkas pendaftarannya, dan akan kami periksa sampai tanggal 29 September. Nanti tanggal 30 akan kita beritahukan apabila ada kekurangan," kata Sumarno.

Jika terdapat kekurangan, kubu Agus-Sylviana diminta melengkapi berkas hingga tanggal 4 Oktober 2016.

Sumarno kemudian menyerahkan berkas tersebut kepada Komisioner KPUD Bidang Pencalonan dan Kampanye, Dahlia Umar. Dahlia memeriksa berkas KWK B1 Parpol, KWK B2, KWK B3 dan KWK B4. Dahlia menyatakan berkas syarat pencalonan sudah lengkap. "Sudah kami periksa, berkas dinyatakan lengkap dan nanti akan kami buatkan tanda terima untuk berkas yang sudah diberikan tadi," ujar Dahlia.

Setelah berkas diperiksa, Ketua KPUD Sumarno memberitahu tahap selanjutnya dari proses pendaftaran. Selanjutnya pasangan cagub-cawagub akan diminta melakukan pemeriksaan ke RSAL Mintoharjo pada tanggal 24-25 September 2016 besok. "Kami sudah berikan panduan dan jadwal untuk periksa kesehatan, kalau tidak salah malam ini sudah mulai untuk berpuasa, dan nanti pada hari Minggu pukul 13.00 WIB juga akan dilakukan tes narkoba di BNN pusat Cawang," ujarnya.

Setelah prosesi pendaftaran selesai, Agus-Sylviana diminta untuk memberikan keterangan pers kepada wartawan. Namun, menurut Eko Hendro Purnomo sebagai perwakilan Koalisi Cikeas, mengatakan tidak ada konpers di KPUD. Konferensi pers akan dilakukan di DPP Demokrat. Setelah itu, Agus-Sylviana beserta rombongan langsung meninggalkan KPUD DKI Jakarta. (Noor Irawan)
Datangi Kantor DPP Partai Demokrat, Agus Mohon Doa Restu

Datangi Kantor DPP Partai Demokrat, Agus Mohon Doa Restu


 Koalisi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi telah mengusung pasangan Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono - Syliviana Murni sebagai bakal calon gubernur/wakil gubernur DKI. 

Agus yang juga putra pertama dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah hadir di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi No 41, Jakarta Pusat dan segera bersiap untuk mendaftarkan diri ke KPUD DKI Jakarta 

Agus tiba di kantor DPP Partai Demokrat didampingi dengan keluarganya, yakni SBY, ibunda Ani Yudhoyono, istri Annisa Pohan, dan adik ipar Aliya Rajasa. Kehadirannya disambut oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan beberapa kader partai. Saat turun dari mobil, anak sulung SBY itu langsung disalami dan dikerumuni.

Pembawaan Agus sendiri terlihat sangat kalem. Dia jarang menatap kamera dan tampak begitu santun. "Hari yang panjang, tidak mudah tapi bersejarah," ujarnya dalam jumpa pers di DPP Demokrat, Jumat (23/9/2016) malam.

Pria beristerikan Anissa Pohan ini  menyatakan, dirinya sangat menyayangi dunia militer. Dia merasa punya masa depan yang baik dan panjang di dalam kesatuan TNI. Namun, dia harus dihadapkan pada dorongan maju dari empat partai dan masyarakat.

Agus akhirnya memilih menerima tantangan maju ke medan politik. Dia mengucapkan terima kasih kepada psra senior dan semua rekannya di TNI. "Institusi TNI telah melahirkan dan menempa saya," ujar Agus dengan raut sedih.

Selanjutnya Agus yang juga peraih Adhi Makayasa tahun 2000 ini menyatakan siap untuk memimpin DKI, jika memang masyarakat menghendaki. "Apabila Allah mengizinkan, masyarakat Jakarta memberikan kepercayaan kada saya dan Bu Sylviana, saya bertekad akan bekerja sekuat tenaga," kata Agus yang baru datang dari Australia mendampingi para prajuritnya menjalani latihan dengan prajurit 5th RAR di Darwin, Australia

Yang terpenting baginya, masyarakat makin sejahtera, kesenjangan sosial berkurang, hukum dan keadilan tegak lurus. "Kejahatan harus kita perangi," ucap pria yang dibesarkan dari satuan Kostrad TNI-AD ini

Mengenai kompetisi, Agus yang menyelesaikan pendidikan Sesko AD di Amerika ini mengatakan, dirinya dan pasangannya siap bertarung secara fair. "Sehat dan demokratis," ujar pria yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning, Kodam Jaya ini.

Sementara itu, Sylviana menampakkan kepercayaan diri sepanjang mengikuti rangkaian pendaftaran hingga jumpa pers. "Besok sudah tes kesehatan. Ya saya jalani," kata dia. (Noor Irawan)
Tidak Ada Ikatan Dinas, Agus Yudhoyono Akan Mundur Dari TNI Jika Maju Pilgub

Tidak Ada Ikatan Dinas, Agus Yudhoyono Akan Mundur Dari TNI Jika Maju Pilgub


 Putra mantan Presiden ke-6 RI, Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono bakal maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 berdampingan dengan Sylviana Murni. Dengan majunya Agus tersebut lalu bagiamana dengan karirnya di TNI? 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI MS. Fadillah menerangkan bahwa Mayor Inf Agus Harimurti sedang dalam proses pengunduran diri dari dinas militer. Selain itu ia juga menuturkan bahwa Agus Yudhoyono sedang tidak dalam ikatan dinas. Jadi tidak ada halangan bagi yang bersangkutan untuk mengundurkan diri atau pensiun dari TNI. 

“Saat ini yang bersangkutan tidak dalam ikatan dinas. Benar ada aturan tentang masa dinas bagi perwira karir 10 tahun. Dan sekarang ini sudah tidak ada embel-embel lagi, itu saja. Perwira non karir lebih pendek, boleh memperpanjang,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/9/2016). 

Tapi dia memastikan, Agus akan diberhentikan secara hormat dari Korps TNI, karena keputusan itu diambil bukan karena Agus melakukan kesalahan, melainkan mengundurkan diri. "Kewenangan pemberhentian dengan hormat dari dinas keprajuritan untuk level perwira menengah secara berjenjang, sudah diatur untuk dilalui mulai dari lingkungan TNI AD sampai ke Mabes TNI," tambahnya. 

Mengenai lama proses pengungduran diri Agus, menurutnya tidak ada jangka waktu pasti. Karena ada mekanisme yang mengatur dan saat ini dalam proses prosedural oleh yang bersangkutan.

"Kalau waktu relatif, nggak ada waktu saklek. Kayak buat SIM, ada yg sehari, tapi mungkin ada yg seminggu. Tergantung. Karena mungkin dinamika yg dibutuhkan cepat bisa saja cepat, yang penting semua prosedur dilalui," terangnya.

Majunya Agus Harimurti Yudhoyono bernama Sylviana Murni didukung oleh empat partai. Koalisi ini meliputi Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB. Hari ini, rencananya pasangan ini akan mendaftar ke KPUD menjadi peserta Pilgub DKI Jakarta 2017 (Noor Irawan)
Mempelajari Agama Islam Harus Komprehensif

Mempelajari Agama Islam Harus Komprehensif


 Memahami agama Islam jangan hanya 'kulitnya' atau secara tekstual saja, tetapi harus masuk ke wilayah isi agama itu sendiri (kontekstual) sehingga pemahaman agama Islam itu jadi komprehensif dan keseluruhan. Itu penting dalam membendung paham radikal terorisme, yang selama ini banyak menggunakan ayat-ayat Al Quran dan hadits yang dipahami secara dangkal, malah lebih sering maknanya diputarbalikkan.

"Kelompok radikal selama ini hanya mengandalkan 'kulitnya' saja dan memutarbalikkan maknanya untuk melancarkan propagandanya, bahkan mengkafirkan orang yang tidak sepaham. Jelas pemahaman secara parsial itu bahaya karena bisa menimbulkan kelompok radikal lebih besar," ujar Rois Syuriah PBNU DR. KH. Zakky Mubarak MA di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Sesuai kaidahnya, lanjut Kiai Zakky, agama Islam terutama ayat-ayat Al Quran dan hadis pemahamannya harus lurus dan tidak seenaknya. Artinya, ada kaidah yang harus mengarahkan pada kebaikan dan membawa kemaslahatan pada umat. Karena itu, untuk memahami agama Islam wajib belajar pada ahlinya yaitu kiai, ulama, ustadz, guru, dan dai. Tapi ahli itu pun harus jelas track record-nya, dimana pendidikannya dan latar belakangnya.

"Jangan belajar agama dengan membaca sendiri atau belajar dari teman. Juga jangan hanya kursus atau belajar agama seminggu dua minggu tapi sudah merasa alim itu bahaya. Agama Islam itu perlu didalami secara berkesinambungan sehingga agama itu jadi komprehensif dan secara keseluruhan, tidak parsial," tegas Dewan Pakar Masjid Agung Sunda Kelapa ini.

Kiai Zakky mengaku memiliki pengalaman berdialog dan berkumpul dengan kelompok radikal untuk memilih dan memilah ayat-ayat Al Quran dan hadits. Disitu mereka menyampaikan ayat dan hadits  yang dianggap cocok dengan doktrin mereka, tapi yang tidak cocok mereka sembunyikan. Saat dialog itu, Kiai Zakky memberikan pemahaman yang benar dengan menggunakan ayat-ayat serta hadits yang ringan agar seimbang. Dari situ, sebagian mereka bisa berubah.

Selain itu, dari pengalamannya lama membina remaja masjid, remaja kampus, muslim kampus, Kiai Zakky juga memberikan pemahaman yang sama beserta penjelasan yang gamblang tentang makna ayat-ayat Al Quran dan hadits. Dari situ terjadi dialog sehingga mereka mengerti mana yang benar dan mana yang salah.

"Saya ambil contoh, orang yang tidak salat itu dianggap kafir. Tapi ada hadits lain yang menegaskan itu bukan kafir non muslim tapi umat muslim mengingkari salah satu kewajiban islam. Saya jelaskan bahwa yang membedakan muslim dan kafir itu bukan disitu, tapi dari kalimat syahadat. Kalau orang bersyahadat itu pasti muslim, tapi kalau tidak bersyahadat itu non muslim. Kalau urusan ibadah itu urusan dia dengan Allah. Itu menjadi gambaran bahwa masih banyak orang tidak tahu sehingga banyak yang kepleset," jelas Imam Besar Masjid Arif Rahman Hakim Universitas Indonesia itu.

Disinilah, lanjut Kiai Zakky, peran ulama sangat penting. Artinya, ulama harus pro aktif memberikan pemahaman kepada umat, jangan seperti dulu dimana para ulama lebih banyak tawadhu (rendah hati) dan menunggu orang bertanya.

"Ulama, guru, ustadz, da'i harus pro aktif untuk menyelamatkan umat dari serbuan paham yang salah. Sudah bukan masanya ulama seperti dulu yang lebih banyak menunggu. Satu lagi, disamping berdakwah, ulama harus menulis melalui website, media sosial, dan media massa," tegas Kiai Zakky mengakhiri. (Adri Irianto).

Friday, 23 September 2016

Mengejutkan, Koalisi Cikeas Resmi Calonkan Pasangan Agus Yudhoyono-Silvyana Dalam Pilgub DKI 2017

Mengejutkan, Koalisi Cikeas Resmi Calonkan Pasangan Agus Yudhoyono-Silvyana Dalam Pilgub DKI 2017


 Kabar mengejutkan datang disaat akhir pencalonan Gubernur DKI Jakarta 2017 dari koalisi kekeluargaan atau poros Cikeas. Koalisi dari gabungan Partai Demokrat(PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akhirnya mengusung pasangan Agus Harmurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Keputusan yang diambil pada Jumat dinihari, 23 September, ini sempat tertunda dua kali. Semula pasangan Agus Harmurti-Sylviana akan diumumkan pada Kamis, 21 September, pukul 12.00 wib. Namun deklarasi molor hingga hampir lima jam. Keterangan baru digelar pada pukul 17.30 wib di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas, Jawa Barat.

Konferensi pers itu pun belum menyebut nama calon. Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, saat itu mengatakan mereka baru sepakat pada satu nama --tanpa menyebut nama tersebut.

"Yang pasti empat partai (Demokrat, PAN, PKB, PPP) sudah sepakat dengan satu nama calon. Sekarang berikan kami waktu untuk berkomunikasi dengan Gerindra dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," kata Romahurmuziy.

Sebelumnya Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan pengumumkan pasangan calon dari koalisi kekeluargaan akan diumumkan pada pukul 23.00 wib. Namun mereka baru mengumumkannya setelah lewat dinihari.

Dan setelah dinihari akhirnya nama Agus Harimurti Yudhoyono resmi dicalonkan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan mantan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni. Keduanya akan menjadi lawan bagi pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI.

"Disepakati kandidat gubernur wagub 2017 adalah calon gubernur adalah Agus Harimurti Yudhoyono berpasangan dengan Sylviana Murni," ungkap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (23/9) dini hari.

Setelah diumumkan, keempat partai yang masuk ke dalam Poros Cikeas segera mendaftarkan keduanya ke KPU DKI Jakarta. Pendaftaran akan dilakukan malam hari nanti. "Jam 19 nanti malam mendaftar ke KPUD," ucap Zulkifli.

Calon Kejutan
Munculnya nama Agus Harimurti sebagai bakal calon gubernur DKI yang diusung poros Cikeas ini tak begitu mengejutkan. Sebab namanya sudah beredar sehari sebelum keputusan diambil.

Selain itu, Agus Harimurti tak lain putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat yang menjadi motor koalisi kekeluargaan.

Pencalonan Agus menjadi mengejutkan karena SBY pernah memberikan wejangan kepada para TNI dan Polri untuk tidak bercita-cita menjadi kepala daerah.

Sesorah tersebut diberikan dalam pengarahan kepada taruna, pengasuh, dan perwira TNI-Polri di Graha Samudra Bumi Moro, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, Selasa malam, 22 Desember 2009.

Saat itu SBY masih menjabat sebagai Presiden RI. Kepada para perwira, ia mengatakan sangat wajar jika mereka bercita-cita menjadi jenderal, laksamana, ataupun marsekal.

"Yang tidak benar kalau kalian memasuki akademi TNI Polisi lantas cita-citanya ingin menjadi bupati, walikota, gubernur, pengusaha, dan lain-lain. Tidak tepat," katanya.

Sampai koalisi mengumumkan Agus sebagai calon gubernur yang akan mereka usung, Agus sendiri masih berstatus sebagai sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning, Kodam Jaya dengan pangkat Mayor.

Namun sebelum mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur ke KPUD Jakarta, Agus dipastikan akan mundur diri dari militer. Begitupun Sylviana akan meletakkan jabatannya sebagai Deputi Gubernur bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Pemprov DKI Jakarta. (Noor Irawan)

Thursday, 22 September 2016

Lima F-16 TNI-AU Hibah dari AS Telah Tiba

Lima F-16 TNI-AU Hibah dari AS Telah Tiba


 Sebanyak lima unit pesawat tempur F-16 C/D-52ID yang merupakan hibah dari Pemerintah Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia telah tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur pada Rabu (21/9), kemarin.

Komandan Lanud Iswahyudi Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andyawan MP mengatakan lima pesawat tempur F-16 tipe C/D yang dihibahkan ini sudah di-upgrade dari Blok 25 menjadi Blok 52 yang kemampuannya setara dengan pesawat baru.

"Lima pesawat yang baru datang ini sudah di-upgrade dari blok 25 menjadi blok 52. Kemampuan pesawat yang di-upgrade dengan pesawat baru aviability-nya sama. Hanya kemampuan avioniknya yang berbeda seperti sistem radar dan sistem senjata," ujar Marsma TNI Andyawan MP kepada wartawan seusai menerima lima pesawat F-16 tersebut di Lanud Iswahjudi, Rabu (21/9/2016) siang.

Dikatakan Andyawan, kelima unit pesawat tempur F-16 yang baru diterbangkan tersebut merupakan bagian dari program "Peace Bima Sena II" dalam kontrak FMS LOA ID-D-SAL yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dengan total pesawat tempur F-16 yang diberikan mencapai 30 unit.

"Kelima unit pesawat tempur tersebut akan melengkapi sembilan unit pesawat tempur sejenis yang telah tiba lebih dulu secara bertahap sejak tahun 2014," ujar Marsekal Pertama TNI Andyawan MP.

Kelima unit pesawat F-16 C/D yang baru tiba tersebut masing-masing bernomor ekor TS-1621, TS-1624, TS-1631, TS-1635, dan TS-1639. Kelima pesawat tersebut langsung diterbangkan dari Amerika Serikat menuju Indonesia.

"Dengan rute dari Hill Air Force Base (AFB) Utah dan melaksanakan transit di Hickam AFB Hawaii, dan Anderson AFB Guam, lalu lanjut ke Lanud Iswahyudi Magetan, Indonesia. Dengan jarak tempuh sekitar 9.000 mil dan total waktu 19 jam 16 menit," kata dia.

Dia menjelaskan, sampai saat ini sudah 14 unit dari 30 unit pesawat tempur F-16 hibah yang didatangkan dari Amerika Serikat. Sesuai jadwal, kelima pesawat tersebut harusnya dikirim pada tanggal 18 September lalu. Namun karena ada sejumlah kendala teknik, baru dapat dikirim pada tanggal 21 September.

Andyawan menambahkan, kelima pesawat tempur kali ini merupakan pengiriman yang keempat. Setelah ini masih ada dua pengiriman lagi, yakni direncanakan pada Februari dan Desember 2017.

"Sehingga, diharapkan pada akhir tahun 2017 mendatang, total dari seluruh pesawat telah dikirim ke Indonesia," tambahnya.

Nantinya, pesawat tempur tersebut akan digabungkan dengan pesawat F-16 lainnya yang saat ini sudah berada di Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Skuadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Magetan.

Sesuai data, pengiriman pertama pesawat hibah tersebut dilakukan pada Juli 2014 sebanyak tiga unit pesawat tempur F-16, dengan nomor ekor TS-1625, TS-1620, dan TS-1623. Selanjutnya pada bulan September 2014 kembali tiba dua unit pesawat tempur sejenis yaitu dengan nomor ekor TS-1641 dan TS-1643.

Pengiriman ketiga dilakukan pada 22 Mei 2015 sebanyak empat unit pesawat F-16 dengan nomor ekor TS-1631, TS-1633, TS-1636, dan TS-1642 dan kemudian lima unit pesawat yang baru diterbangkan tersebut.

Andyawan berharap, dengan kedatangan lima unit pesawat tempur F-16 C/D-52ID kali ini, maka akan semakin menambah kekuatan militer Indonesia khususnya alutsista TNI AU dalam melindungi dan mempertahankan NKRI.

"Tentunya dengan hadirnya lima pesawat tempur F-16 hibah dari AS akan menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan udara TNI sehingga juga dapat digunakan untuk menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya mengakhiri. (Noor Irawan)
Dandim Kediri : TMMD Dapat Menimbulkan Domino Effect

Dandim Kediri : TMMD Dapat Menimbulkan Domino Effect


 Pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan penghubung pada TMMD 97 Kodim 0809/Kediri, menjadi dasar utama dari sejumlah agenda yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tetapi bukan berarti agenda lain menjadi tidak penting, melainkan saling mengisi segala perspektif yang terbatas dari pandangan berdasarkan asumsi dan persepsi, rabu (21/06/2016).

Penyampaian dari Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi, dalam rakor terbatas yang berlangsung dua pekan lalu, bahwa pelaksanaan TMMD ini harus menimbulkan "domino effect" yang positif bagi masyarakat setempat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Demikian juga pada pelaksanaan yang saat ini masih berlangsung, harus sesuai dengan rencana dan target penyelesaian, bukan hanya laporan berbentuk tulisan diatas meja.

Sebagaimana diutarakan oleh Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi saat opening TMMD hari selasa lalu, segala tindakan dan kegiatan dalam satu agenda yang sudah terprogram, pasti akan akan menimbulkan domino effect, dan hasilnya tergantung dari dua sisi koin logam yang berbeda, yaitu positif atau negatif. Untuk TMMD saat ini, Kodim Kediri ditargetkan absolute dan mutlak harus memilih sisi koin logam yang berlogo positif, dan benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan, bukan hanya sekedar debat asumsi dan persepsi yang tidak jelas.

Dari gambaran sementara, animo masyarakat terhadap pelaksanaan program TMMD ini, sudah mulai terlihat, baik ketika pelaksanaan Pra TMMD maupun saat Opening TMMD yang berlangsung kemarin. Dari sudut pandang yang lain, komunikasi antara penanggungjawab kegiatan maupun pengawasan di lapangan hingga kontak langsung dengan Ketua RT atau RW, juga mendapat sinyal positif dari pelaksanaan yang benar-benar utuh terjadi di lapangan.
Terobosan Baru, TMMD Kediri Dimeriahkan Dengan Lomba Jurnalistik

Terobosan Baru, TMMD Kediri Dimeriahkan Dengan Lomba Jurnalistik


 Ada yang lain dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) kali ini. Biasanya kegiatan TMMD yang hanya diwarnai dengan bakti sosial, RTLH dan bersih-bersih desa yang mana melibatkan TNI - Warga kali ini TNI juga menggandeng awak media dan merangkainya dalam kegiatan lomba jurnalistik.

Inilah salah satu trobosan menarik yang dilakukan oleh Kodim 0809/Kediri dalam perhelatan TMMD ke-97 yang digelar di Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Selasa (20/09/2016).

Seperti yang dijelaskan oleh Kasdim Kediri Mayor Inf Joni Morwantoto jika setiap kegiatan TNI terutama yang berkaitan dengan TMMD itu perlu diinformasikan kepada masyarakat agar tahu seperti apa program dan pencapaian TNI serta bagaimana kompaknya TNI-Rakyat bersatu membangun daerahnya.

Morwantoto juga menyampaikan jika lomba jurnalistik ini sudah diumumkan lama oleh pihaknya bahkan Dandim sendiri Letkol Inf Purnomosidi sudah melakukan komunikasi empat mata dengan Ketua PWI Kediri, Mega Wulandari. 

Dijelaskan kembali, menurut Morwatoto lomba jurnalistik TMMD ini juga bisa menjadi barometer (tolok ukur) kemampuan para jurnalis dalam menginformasikan segala berita yang berkaitan dengan TMMD secara aktual, faktual dan terpercaya. Disamping itu, keterlibatan para jurnalis pada TMMD ini, sekaligus membuktikan bahwa dunia pers hadir ditengah-tengah masyarakat untuk perluasan pandangan dan wawasan, serta turut mencerdaskan anak bangsa melalui tulisan, dan karyanya dapat mendorong masyarakat lebih bijak menyikapi situasi dan kondisi terkini.
Menghindari Paham Radikalisme Harus Belajar Agama Dari Guru Yang Benar

Menghindari Paham Radikalisme Harus Belajar Agama Dari Guru Yang Benar

Dalam menangkal propaganda paham radikalisme dan terorisme yang banyak memutarbalikkan makna ayat Al Quran dan hadits untuk menjalankan aksi-aksi keji mereka maka sebaiknya kita semua sebagai umat muslim jika belajar agama Islam harus cerdas. Terutama dalam memahami ayat-ayat Al Quran dan hadits sehingga Islam itu harus dipahami secara benar dan tidak setengah-setengah

"Bila pemahaman kita dangkal, maka kita tidak akan bisa melawan doktrin dari luar yang mengatasnamakan agama Islam. Padahal doktrin itu intinya jauh dari pengertian agama Islam itu sendiri. Itulah yang sekarang digunakan pengikut paham radikalisme dan terorisme, khususnya ISIS, dalam menjalankan propagandanya. Mereka mengatasnamakan Islam tapi sebenarnya jauh dari Islam itu sendiri," ujar Ustadz Abdurrahman Ayyub, mantan teroris yang kini telah tobat dan komit membantu pemerintah Indonesia dalam menanggulangi terorisme di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Ustadz Ayyub menjelaskan bahwa pada 1437 tahun lalu, sebelum kelompok ini muncul, Nabi Muhammad SAW sudah mengisyaratkan akan adanya kelompok ini seperti disebutkan dalam hadits-hadits sohih. Menurut nabi, mereka memang membaca Al Quran, tapi pemahamannya dangkal. Namun dengan pemahaman yang dangkal itu, mereka sudah berani berkoar-koar seakan paling paham.

"Sekarang malah lebih seram lagi, seperti yang dilakukan ISIS. Mereka selalu mengusung ayat Al Quran dan hadits, dalam menjalankan aksi biadabnya. Mereka mengkafirkan orang yang tidak sepaham dan menghalalkan darah mereka untuk dibunuh, merampok, dan memperkosa" ungkap Ustadz Ayyub. 

Selain pemahaman agama Islam, peran keluarga juga sangat penting dalam membendung propaganda radikalisme dan terorisme. Ia mengaku beberapa hari lalu mendapat kabar bahwa ada teman orang Aceh, yang baiat dengan ISIS. "Dia ini dibaiat dengan memanfaatkan teknologi dan dunia maya. ISIS sangat lihai memanfaatkan teknologi informasi dalam menjaring pengikut. Dan anak Aceh ini terbaiat dengan lebih dulu kecanduan bermain game online," ujarnya.

Ustadz Ayyub menjelaskan lebih rinci, awalnya orang tersebut bermain game perang. Dari game itu nanti akan ada komunikasi bahwa pemainnya nanti akan dapat hadiah riil, setelah mereka sebelumnya dalam hadiah berupa senjata, granat, roket, RPG, dan lain-lain. "Lama-lama anak ini penasaran apa hadiah riil itu. Dari sinilah anak itu terbawa dan hampir berangkat ke Suriah. Dalam pengakuannya, ia sudah disiapkan tiket gratis, iming-iming gaji besar, serta disiapkan perempuan cantik di Suriah. Padahal faktanya itu hanya mimpi. Beruntung anak ini sadar, meski empat temannya jadi berangkat dan sekarang sudah tewas di Suriah," papar pria yang pernah menjadi Ketua Mantiqi IV Wilayah Australia Jamaah Islamiyah ini.

Disinilah, lanjut Ustadz Ayyub peran keluarga itu sangat penting, khususnya dalam membentengi anak-anak dari paham radikalisme dan terorisme, serta ISIS. Kalau keluarga mampu mengarahkan anaknya dalam belajar agama serta dalam pergaulan lainnya, terutama yang berkaitan dengan internet, ia yakin anak-anak muda Indonesia akan kebal dari sasaran rekrutmen ISIS.

"Carilah guru atau ustadz yang benar-benar paham agama. Jangan sekali-sekali membiarkan anak belajar dari ustadz Google atau situs pencari apapun di internet. Tanyalah pada guru, kiai, ustadz, bila ingin tahu ayat dan hadits yang shahih," tegas Ustadz Ayyub.

Ustad Ayyub menegaskan, bahwa bila seseorang telah terkena propaganda radikalisme dan terorisme, maka akal mereka akan dangkal dan logikanya rusak. Ia mencontohkan dirinya sendiri saat terbawa pengaruh paham sesat itu saat menempuh ilmu di bangku STM. Saat itu, ia ikut baiat beberapa kali mulai NII sampai Jamaah Islamiyah. Saat itu ia menurut saja disuruh pergi ke Malaysia, kemudian ke Afganistan selama 5 tahun tanpa diketahui orang tuanya. Lebih parah lagi, saat ayahnya meninggal, Ustadz Ayyub tidak tahu dan tidak mau tahu. Bahkan ia juga tidak mereka rindu sama sekali pada orang tua dan keluarganya.

"Ini bukan katanya-katanya. Orang yang bergabung dengan kelompok itu akalnya rusak, dan membunuh keakraban dengan keluarga. Bahkan saat masih front saya mendapat doktrin, kalau mimpi keluarga itu adalah gangguan setan. Padahal itu fitrah manusia, rindu lama tidak bertemu saudara. Jadi logika dan akal sehatnya dimatikan melalui doktrin-doktrin sesat mereka," ungkapnya.

Untuk itu menurut ustadz Ayyub, jangan sekali-sekali berhubungan dengan paham radikalisme dan terorisme. Karena kelompok mereka membaca Al Quran hanya sampai kerongkongan, tapi langsung mengkafirkan orang. 

"Saat itu saya didoktrin dengan surat Al Maidah ayat 44 yang bunyinya 'barang siapa tidak berhukum pada hukum Allah, maka mereka kafir'. Dengan begitu NKRI ini dianggap kafir, pemimpinnya kafir, TNI/Polri/Pegawai Negeri kafir. Dan risikonya, mereka harus diperangi dan hijrah dari negeri kafir. Padahal pemahaman ayat itu tidak seperti itu, tapi sangat luas," ujar alumni Akademi Militer Mujahidin Afganistan ini mengakhiri. (Adri Irianto)