Sunday, 12 April 2015

Ada Penumpang Gelap, Pemerintahan Jokowi Tetap Harus 5 Tahun

JAKARTA  Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan Presiden Joko Widodo tentang adanya penumpang gelap dalam pemerintahan. Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya perebutan pengaruh demi merebut kekuasaan.

Pengamat Politik Center Strategic of International Studies (CSIS) Philips J. Vermonte mengatakan, berebut pengaruh untuk merebut kekuasaan adalah hal yang biasa. "Apalagi, dalam pemerintahan yang demokrasi," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (11/4).

Namun, seharusnya perebutan pengaruh itu dijadikan sebagai bangunan politik dan tidak berujung pada pergantian kekuasaan tanpa melalui jalan pemilu. "Jangan sampai hal itu terjadi. Sebab, sudah jelas sistem pemerintahan kita itu presidensial yang berjalan lima tahun," tandas Philips.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem Johnny G Plate juga berpendapat senada. Dia mengatakan, perebutan pengaruh dalam politik dianggap penting untuk mencapai tujuan merebut kekuasaan. "Saya kira betul, bila partai itu harus berebut pengaruh. Bahkan, masyarakat juga bisa melakukan itu," paparnya.
Namun, menurut dia, berebut pengaruh itu hanya sebagai alat sikap kritis bila ada hal yang dianggap tidak prorakyat dalam pemerintahan Jokowi. Sehingga, muaranya adalah keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi.


Ketua Bidang Hukum DPP Pro Jokowi (Projo) Sunggul Hamonangan Sirait berharap, adanya perebutan pengaruh itu tidak akan memengaruhi kekuasan Jokowi sebagai presiden. "Sehingga, Jokowi dapat bertahan lima tahun," ucapnya.(Jawapos)

BAGIKAN

0 comments: