Thursday, 2 April 2015

Banyak napi kabur, anggota TNI diterjunkan jaga Lapas dan Rutan

Jakarta - Belum lama ini kita dikejutkan dengan kaburnya 10 orang tahanan BNN dari sel tahanan Selasa dini hari (31/03).  Sontak, hal itu membuat kita mempertanyakan bagaimana sistem penjagaan di gedung BNN. 

Tidak ingin mengulang kembali kesalahan yang sama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly  meminta TNI ikut berperan dalam meningkatkan kapasitas petugas lapas. 

Kamis (02/04) bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta timur, Menteri Yasonna Laoly dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko menandatangani nota kesepahaman kerjasama penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.  Nota kesepahaman yang ditandatangani tersebut diharapkan mampu meningkatkan  pengamanan, pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan kapasitas petugas pemasyarakatan.

"Filosofi nota kesepahaman dilatarbelakangi keterbatasan pemasyarakatan dari segi kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana," ujar Yasonna di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Yasonna menambahkan, pihaknya memerlukan strategi dan kemampuan khusus dalam penanganan pemasyarakatan.

"Padahal tugas pemasyarakatan cukup berat namun mulia dalam membina dan membimbing WBP agar menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali," jelasnya.

"Personel TNI yang jaga masuk masa pensiun. Sehingga perlu 220 prajurit," imbuhnya.

Lanjut dia, nota kesepahaman meliputi pembinaan mental tugas pemasyarakatan dan pembinaan disiplin WBP. Serta pengamanan lapas dan rumah tahanan yang rawan gangguan keamanan dan ketertiban.

"Pos TNI di lapas dan tugas personel TNI sebagai petugas pemasyarakatan. Pemanfaatan rutan militer bagi WBP dan hibah senjata api organik TNI non standar kepada Dirjen Pemasyarakatan," kata politikus PDIP ini.

Dia menambahkan, nota kesepahaman berlaku hingga lima tahun mendatang. "Kalau habis bisa diperpanjang lagi. Diharapkan kerjasama ini dapat saling mengisi," tutupnya.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan bahwa kerjasama tersebut sudah direncanakan pada tahun lalu. Sehingga kerjasama tersebut perlu disiapkan lebih matang.

"Kita akan menganut zonanisasi jadi nanti rutan atau lapas di Sumatera perlu prajurit nanti kita akan ambilkan prajurit di Sumatera. Jadi nanti biar dekat juga dengan keluarganya," kata Moeldoko.

Menurut dia, prajurit TNI yang masuk massa pensiun bisa diperbantukan untuk melatih kemampuan menembak dan kedisiplinan.


"Saya kira usia 55 tahun masih bagus ya fisiknya dengan begitu biar nanti disitu bisa menularkan kedisiplinannya kemampuan menembak," tandasnya. (ds)

BAGIKAN

0 comments: