Thursday, 23 April 2015

Februari 2015 Kunjungan Wisman Capai Rekor Tertinggi

Prestasi membanggakan berhasil diraih Indonesia pada sektor pariwisata. Pasalnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2015 mencapai 768.653, atau mengalami pertumbuhan 11,95% dibanding Februari 2014 yang berjumlah 702.666 wisman. Capaian wisman pada Februari 2015 tercatat sebagai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Seperti yang dilansir dari Indonesia.Travel, Jumat (10/4/2015), meningkatnya kunjungan wisman pada Februari 2015 sekaligus menunjukkan terjadinya rebound karena Januari 2015 lalu sempat turun 3,99% dibandingkan 2014. Musim liburan hari raya Imlek yang dirayakan pada 19 Februari 2015 mendorong peningkatan kunjungan wisman tersebut.

Data BPS dan Pusdatin Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan, kunjungan wisman secara kumulatif pada Januari hingga Februari 2015 sebesar 1.509.692 wisman atau tumbuh 3,71% dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini terlihat di 16 pasar utama, termasuk 5 pasar yang paling besar: Tiongkok sebanyak 218.023, Singapura sebanyak 201.585, Malaysia sebanyak 175.540, Australia sebanyak 169.318 dan Jepang sebanyak 82.666. Kelima pasar paling utama ini memberikan kontribusi sekira 60% dari total kunjungan wisman ke Indonesia.

Selain itu di tiga pintu masuk utama wisman (Great Bali, Great Jakarta, Great Batam) juga menunjukkan tren peningkatan. Secara kumulatif, Januari hingga Februari 2015 kunjungan wisman melalui Ngurah Rai sebanyak 621.827 atau baik 13,46%, Batam sebanyak 234.120 atau naik 8,14%, sedangkan Soekarno Hatta sebanyak 336.387 wisman atau turun -8,44%. Penurunan ini diperkirakan sifatnya sementara waku karena pada Januari-Februari wisman banyak masuk melalui pintu Ngurah Rai Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, tren pariwisata Indonesia semakin membaik dan menguatkan keyakinan kita terhadap capaian kunjungan wisman tahun ini sebesar 12 juta dan naik menjadi 20 juta pada 2019 seperti yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Dengan adanya kebijakan tambahan 30 negara bebas visa, maka kunjungan wisman akan meningkat,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, dengan bertambahnya negara yang menikmati fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) ke Indonesia tersebut, devisa diprediksi meningkat sekira USid="mce_marker" miliar atau setara Rp12-13 triliun per tahun.(Liputan6)

BAGIKAN

0 comments: