Saturday, 4 April 2015

India Minta Tolong Indonesia Pulangkan Warganya dari Yaman

Peperangan antara kelompok pemberontak Houthi dengan loyalis tentara Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, telah bergeser ke kota Pelabuhan Aden. Padahal, di saat yang sama, Pemerintah RI sedang mengupayakan pemulangan WNI dari Yaman melalui kota Aden ke Tanah Air.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan total saat ini ada sekitar 100 orang yang akan dipulangkan melalui jalur laut dengan kapal yang telah disewa Indonesia dari Djibouti. Kini, Iqbal menjelaskan, sebanyak 82 WNI yang terpaksa menunda dan berada di dalam sebuah asrama hingga kondisi di luar dinyatakan cukup aman.

"Kapal yang disewa oleh Indonesia sebenarnya telah tiba di Aden sejak hari Kamis kemarin. Tetapi, mereka terpaksa melepas sauh dan berada di tengah laut dulu sambil menunggu kondisi di daratan aman," ungkap Iqbal, Jumat, 3 April 2015.

Di dalam kapal itu, Iqbal menambahkan, telah ada 9 WNI yang sudah berhasil diangkut. Kondisi di Aden diperparah dengan matinya listrik. Sehingga, sulit untuk menghubungi warga Indonesia yang berada di dalam asrama untuk memberikan koordinasi.

"Mereka akhirnya terpaksa menggunakan ponsel secara bergantian agar baterainya tidak cepat habis," kata Iqbal.

Sementara, tim masih pasif menunggu di asrama WNI lain yang akan bergabung untuk dievakuasi. Mereka sebelumnya telah terdaftar di dalam daftar KBRI Sana'a.

Selain diberi tanggung jawab untuk mengevakuasi WNI, Iqbal menambahkan, negara tetangga juga ikut menitipkan warganya agar dievakuasi bersamaan.

"Tercatat Pemerintah India dan Sri Lanka juga meminta agar warganya ikut kami angkut. Warga dari kedua negara itu telah siap di pelabuhan, padahal kapalnya masih di tengah laut," imbuhnya.

Kedua pemerintah negara itu menilai evakuasi yang dilakukan Indonesia bisa berjalan lancar, kendati kondisi kian genting.

Terkait dengan hal ini, Iqbal mengatakan, akan melihat kapasitas kapal dan memprioritaskan WNI untuk dievakuasi.

Sementara, di tempat berbeda, 47 WNI di Al Hudaydah ikut dievakuasi keluar dari Yaman hari ini. Ke-47 WNI masuk ke dalam 309 warga Indonesia yang semula dievakuasi bersamaan pada Kamis kemarin. Tetapi, yang dievakuasi hanya 262 orang dengan menggunakan enam bus.

"Mereka akan menempuh rute yang sama yakni dari Al Hudaydah menuju ke kota Jizan, Arab Saudi. Baru dari sana akan diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat komersial," papar Iqbal.

Dengan adanya pemberitaan yang kian gencar di media mengenai kondisi di Yaman yang genting, akhirnya membuat keluarga di Jakarta mendesak Pemerintah RI untuk segera memulangkan WNI. Iqbal menyebut proses evakuasi sudah dilakukan sejak Februari lalu, namun jumlahnya tidak sebesar saat ini.

Di saat bersamaan, pada hari ini, Pemerintah Turki berhasil mengevakuasi 55 warganya dengan menggunakan kapal perang jenis frigat dari pelabuhan Aden. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu melalui akun Twitter.(Viva)


BAGIKAN

0 comments: