Tuesday, 28 April 2015

Kejar kelompok Santoso, anggota TNI tertembak di Poso


Sulteng (Zonasatu) - Pada hari Minggu (26/4) sekitar pukul 12.00-12.35 Wita, terjadi kontak senjata di Kampung Tamanjeka, Pegunungan Biru, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Baku tembak terjadi antara Tim Patroli Ki B Yonif Linud 502, dengan orang tak dikenal yang diduga kelompok Mujahidin Indonesia Timjur (MIT).

Laporan dari pihak kepolisian, lokasi baku tembak berada sekitar 400 meter, dari sarang walet milik warga setempat bernama H. sabir, di wilayah Pegunungan Biru.

Awalnya, tim patroli yang bergerak sejak pukul 06.00 Wita dari beberapa titik, dibagi menjadi beberapa tim guna melacak jejak orang tak dikenal tersebut di pegunungan biru. Mereka adalah sekelompok orang yang meloloskan diri saat kontak tembak sehari sebelumnya.

Sekitar pukul 12.00 Wita, tim patroli dari Kompi B berisi 9 personel yang dipimpin Letda Infanteri Suryono, ditembak dari dua arah di sekitar 400 meter sebelah kiri, di atas sarang burung walet milik H. Sabir. Dua tembakan berasal dari arah kanan atas, dan rentetan tembakan padat juga berdatangan dari arah kiri atas.

Nahas, sebuah peluru dari arah kiri atas itu pun akhirnya mengenai lengan kiri seorang personel tim patroli, bernama Prada Haya Nata. Tim itu pun tak melakukan pengejaran dan memilih berlindung sambil mengobati personelnya yang tertembak.

Selain itu, jumlah orang tak dikenal yang menyerang tim patroli dengan tembakan membabi buta itu, diperkirakan memang lebih banyak daripada jumlah tim patroli. Hal itu diperkirakan dari padatnya jumlah tembakan yang berasal dari dua arah yang berbeda.

Hingga pada akhirnya, sekitar pukul 13.00 Wita, tim patroli yang dipimpin Letda Infanteri Suryono itu mengevakuasi korban luka tembak, menuju Kampung Tamanjeka yang berada di bawahnya. Pukul 14.00 Wita, korban luka tembak itu akhirnya tiba di Kampung Tamanjeka, dan langsung dibawa ke RSUD Poso guna mendapat penanganan medis.

Laporan dari pihak kepolisian menduga, dilihat dari 2 lokasi kontak tembak yang terjadi mulai Sabtu (25/4) kemarin, keberadaan kelompok MIT diduga memang berada di sekitar hutan, yang berbatasan langsung dengan kebun warga di kawasan Pegunungan Biru tersebut. Diketahui, di wilayah itu memang terdapat sebuah sungai, yang diduga memang menjadi sumber air bagi mereka.

Disinyalir, kelompok MIT yang menyerang tim patroli dengan tembakan membabi buta itu berjumlah lebih dari 15 orang. Hal itu dapat dilihat dari padatnya jumlah peluru yang mereka muntahkan, dan dari 2 arah yang berbeda secara bersamaan.(Merdeka)

BAGIKAN

0 comments: