Friday, 3 April 2015

Panglima TNI Saksikan Anak Buahnya Rebut Gunung Biru Poso

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meninjau secara langsung upaya perebutan Gunung Biru Poso yang dikuasai oleh teroris. Perebutan wilayah tersebut merupakan latihan puncak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Komando Pengendalian PPRC, Bandara Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (31/03/2015) pagi.

Dalam skenario latihan PPRC TNI 2015, dunia tengah menghadapi ancaman teror, yang diawali dengan hadirnya suatu negara Tero yang ingin menguasai Asia Tengara, yaitu Thailand, Filipina, dan Indonesia yang menjadi basisnya adalah di Gunung Biru Poso, Pesisir.

Pegunungan Biru itu telah dikuasai oleh negara Tero, oleh karena itu pegunungan itu dikepung selama satu hari oleh pasukan dari ribuan personil TNI gabungan angkatan darat, laut dan udara, untuk mengambil alih wilayah ini akan dibombardir terlebih dulu pasukan marinir dan lintas udara.
Pasukan marinir telah bergerak dari KRI Hasanudin menuju ke arah pantai untuk merebut kembali wilayah yang telah dikuasai oleh terorisme. Kemudian, pasukan meminta bantuan untuk membombardir wilayah Gunung Biru.

Dua unit RM-70 Grate Marinir menembakkan 20 roket ke arah sasaran untuk memberikan keleluasaan bagi pasukan penerjun dari Linud 502 Kostrad untuk melakukan operasi penyerbuan.
Tak hanya itu, KRI Hasanudin juga melancarkan serangan dengan meluncurkan 12 roket ke Teluk Poso yang telah dikuasai oleh negara Tero.

Tidak lama kemudian, empat unit pesawat tempur F-16 melakukan serangan udara dengan meluncurkan granat ke sasaran yang telah dikuasai oleh kelompok terorisme. Setelah itu, sepuluh unit pesawat angkut Hercules C-130 menerjunkan 500 penerjun untuk melakukan serangan darat ke sasaran yang sudah mulai dikuasai oleh TNI.

Penerjunan pasukan Linud itu, dikawal langsung oleh empat pesawat tempur dari Amerika Serikat tersebut guna mengamankan wilayah udara ketika pasukan tengah diterjunkan ke wilayah sasaran.
Ternyata, upaya yang dilakukan oleh pasukan mengalami hambatan sehingga meminta bantuan kepada komandan PPRC. Tak berlangsung lama, dua unit Heli Serang MI-35 dan Heli Bell 412 diterjunkan untuk membantu dalam merebut kembali wilayah yang telah dikuasai oleh negara Tero.

Akhirnya pasukan PPRC TNI berhasil menguasai kembali Gunung Biru.(Antara)

BAGIKAN

0 comments: