Sunday, 26 April 2015

Prajurit TNI di Perbatasan Papua Mengajar SD

Prajurit TNI mengajarkan cara menggunakan kompas prisma
Papua (Zonasatu) - Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 400/Raider yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) antara RI-PNG, beberapa waktu lalu menggelar Karya Bhakti dan kegiatan belajar mengajar di SD Inpres Workwana, Papua. Demikian disampaikan Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. HP. Kepada Jurnal Maritim pada Jumat (24/4).

Workwana merupakan salah satu kampung yang berada di Distrik Arso, Kabupaten Keerom-Papua. Di kampung ini, terdapat salah satu Pos Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider di bawah Komandan Serka Dian Retno. “Selain melaksanakan tugas pengamanan perbatasan, Pos Workwana juga melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial kepada masyarakat Workwana,” terang Berlin.

Komandan Pos Workwana Serka Dian Retno mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 400/Raider meliputi pengecatan dan pembersihan sekitar sekolah. Selain itu, para prajurit juga mengajarkan kepada para siswa-siswi akan pentingnya kebersihan, pengetahuan komputer, wawasan kebangsaan dan latihan baris-berbaris.

Perwira Penerangan Satgas Yonif 400/Raider Lettu Chb Sani Adithya Dharma saat meninjau ke lokasi mengatakan, Prajurit TNI membantu mengajar di sekolah di daerah perbatasan menjadi salah satu bentuk pembinaan teritorial yang ada di perbatasan. Hal itu karena situasi kondisi kegiatan belajar mengajar di daerah perbatasan bisa dikatakan masih cukup memprihatinkan. “Ini dapat memberikan warna yang berbeda dan menarik antusias para siswa-siswi untuk semakin semangat dalam kegiatan belajar”, harap dia.

“Kehadiran TNI di tengah-tengah mereka sangatlah baik, di dalam kegiatankarya bhakti, pembersihan dan pengecatan di SD Inpres Workwana agar sekolah menjadi lebih bersih dan indah, sehingga seluruh siswa bisa nyaman untuk belajar”, kata Dominggas Karat, SPd.,Kepala Sekolah SD Inpres Workwana.

Lebih lanjut, Dominggas Karat menyampaikan, dengan adanya pelatihan baris berbaris dan pembentukan karakter yang diperuntukkan kepada siswa-siswi, sangatlah membantu untuk membentuk pondasi perilaku yang tertib dan sopan santun. “Ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari maupun nanti di pendidikan yang lebih tinggi,” harap dia.(Jurnalmaritim)

BAGIKAN

0 comments: