Saturday, 25 April 2015

SBY: Jokowi Jangan Terlalu Sering Salahkan Pemerintahan yang Lalu

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan empat mata membahas proses transisi kepemimpinan, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam.(Sbr : Kompas)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo fokus dengan pemerintahan saat ini. SBY meminta Jokowi tidak terlalu sering menyalahkan pemerintahan sebelumnya karena setiap pemerintahan pasti memiliki persoalannya masing-masing.

"Fokus saja pada pekerjaan yang ada sekarang, jangan terlalu sering menyalahkan pemerintahan yang lalu, termasuk pemerintahan yang saya pimpin," kata SBY saat berpidato dalam penutupan Rapimnas II Ikatan Muda Demokrat Indonesia di Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan, hal baik yang dilakukan pemimpin terdahulu, termasuk 10 tahun pemerintahannya, harus dijaga oleh Jokowi.

"Jagalah, tidak perlu ditinggalkan dan dibuang ke sana kemari. Begitulah hakikat kepemimpinan. Kalau belum baik, perbaiki. Rakyat akan senang kalau pemerintah tidak terlalu sering menyalahkan pemerintahan terdahulu," kata SBY.

Sebaliknya, lanjut dia, Demokrat juga tidak akan mengganggu pemerintahan yang saat ini dibangun Jokowi. Segala sesuatu yang baik dari pemerintahan Jokowi harus didukung. Adapun hal yang dirasa kurang baik harus dikritisi dan diberikan solusi.

"Dulu 10 tahun ada elemen yang konsisten mengganggu saya, kita tak perlu lakukan hal yang sama. Beri kesempatan kepada Jokowi. Dukunglah," ujar SBY.(Kompas)

BAGIKAN