Thursday, 9 April 2015

TMMD Pintu Masuk Kemanunggalan TNI-Rakyat

Trimedianews, JAKARTA - TNI Angkatan Darat (AD) kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa ke-94 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Kamis (9/4/2015). Turut hadir dalam rapat TMMD tersebut Wakil Kepala Satuan Angkatan Darat, Letjend TNI M. Munir, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin, jajaran Dirjen Kemenag RI, dan Pangdam serta perwakilan Pejabat Pemerintah Daerah.

"Program TMMD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus sebagai wahana untuk meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional melalui kegiatan yang terintegrasi dengan seluruh elemen masyarakat secara berkesinambungan," ujar Wakasad.

Program TMMD akan dilaksanakan pada 7-27 Mei 2015 dibeberapa kabupaten kota di Indonesia, "Sasaran TMMD tahun ini sebanyak 237 sasaran yang tersebar di 13 Kodam pada 61 kabupaten kota, 66 Kecamatan dan 90 Desa di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Semenjak pertama kali dilaksanakan, TMMD yang dulunya bernama AMD (ABRI Masuk Desa) bertekad untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan suluruh komponen masyarakat dalam pembangunan.

"Dulu TMMD bernama AMD (ABRI masuk Desa) sudah berupaya mengembangkan semangat kemanunggalan TNI, ABRI, Kementerian/LPNK, Pemda dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita laksanakan percepatan pembangunan melalui program tni manunggal membangun desa guna meningkatkan kesejehteraan masyarakat di pedesaan," imbuhnya.

Adapun sasaran pembangunan yang menjadi target TMMD tahun ini difokuskan pada sasaran fisik terutama pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah dan akan meningkatkan roda perekonomian desa atau daerah terpencil di antaranya berupa pebangunan dan peningkatan jalan, pembangunan jembatan, gorong-gorong, tempat ibadah, pos kamling.

"Sedangkan sasaran non fisik salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran bela negara, berbangsa dan bernegara bagi masyarakat, penyuluhan narkoba, bahaya terorisme dan radikalisme," tutupnya.(Okezone)

BAGIKAN

0 comments: