Monday, 6 April 2015

TNI AD Data Dan Awasi Seluruh Pecatan Atau Desertiran Prajurit

Jakarta - Daeng Koro alias Sabar Subagio adalah mantan anggota TNI yang ditembak mati oleh Densus 88 karena menjadi teroris kelompok Santoso. Terkait hal itu, TNI Angkatan Darat (AD) akan memperketat pengawasan terhadap prajurit yang dipecat dan desersi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Wuryanto saat dihubungi detikcom lewat telepon, Minggu (5/4/2015) malam.

"Semua anggota TNI yang dipecat maupun desertir tetap didata dan diawasi oleh aparat teritorial maupun satuan terkait untuk mencegah hal-hal negatif seperti Daeng Koro," kata Wuryanto. 

Apakah ada prajurit TNI lainnya yang dipecat atau desersi kemudian ikut kelompok teroris seperti Daeng Koro? 

"Tidak ada," ucap perwira tinggi bintang 1 ini menegaskan.

Daeng Koro merupakan buron teroris yang paling dicari oleh Polri karena terlibat dalam sejumlah aksi terorisme. Ia juga merupakan pimpinan kelompok teroris Poso jaringan Santoso.

Wuryanto menjelaskan, Daeng pernah berdinas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 1982. Namun Daeng disebutnya tidak mempunyai kemampuan khusus karena tidak lolos latihan Komando.(Detik)

BAGIKAN

0 comments: