Tuesday, 5 May 2015

6 WNI Masih Dicari, Operasi Kemanusiaan di Nepal Diperpanjang

Tentara Nepal sedang mencari korban gempa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, misi pencarian warga negara Indonesia (WNI) dan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Nepal masih terus dilakukan.
"Hingga kini enam WNI masih belum dapat dihubungi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Senin (4/5).

Sutopo mengatakan, dari total enam WNI itu, satu merupakan WNI menetap yakni Parsiah Majudi dan lima orang pengunjung yakni Alma Parahita, Kadek Andana, Jeroen Hehuwat, Dewi Pancaringtyas Asih, dan Meliana Tamo Ina. "Tim Perlindungan WNI dibantu Taruna Hiking Club telah melakukan pencarian di daerah Langtang (lokasi Guest House Everest)," kata dia.

Sementara di sisi lain, Pemerintah Nepal secara lisan telah menyatakan agar tim Indonesia diperpanjang hingga tiga bulan ke depan. Tim medis Indonesia telah memperoleh izin beroperasi di RS Kanthipur dan mendirikan RS lapangan di Distrik Satunggal. "Kedua daerah ini termasuk daerah terparah terkena gempa," kata Sutopo.

Adapun 10 dokter dari Indonesia yang meliputi ahli anastesi, ortopedi, umum dan perawat telah bergabung dengan tim medis negara. "Pada Minggu (3/5) menerima 10 pasien terdiri." kata Sutopo.
Saat ini tenda RS Lapangan di Satunggal masih didirikan oleh tim. RS ini diperlukan karena di Satunggal mengalami kerusakan parah. Dampak gempa menyebabkan 228 rumah rusak berat, 157 rusak sedang, 148 rusak ringan. Sementara 20 jiwa meninggal, 200 terluka berat, 70 cedera ringan, 35 frakktur patah tulang, dan kasus depresi meningkat. "Kebutuhan mendesak adalah kesehatan primer dan pelayanan pascaoperasi, psikososial, obat-obatan, dokter ahli, dan pendirian shelter," kata dia.

Sementara bantuan Indonesia untuk tahap ketiga sebesar 14 ton telah tiba di Kathmandu pada Senin (4/5) dini hari dengan pesawat kargo Cardiq Air. Bantuan berupa tenda posko, tenda pengungsi, makanan lauk pauk 2.000 paket, dan tambahan gisi 3.000 paket. Selain itu, solar cell 16 unit, velbed 120 unit, selimut 1.000 lembar, dan sarung 1.100 lembar.(Beritasatu)



BAGIKAN

0 comments: