Thursday, 14 May 2015

Ahok : Pejabat Yang Terlibat Dalam Prostitusi Online Harus Dibuka

Artis Amel Alvi yang diduga terlibat dalam bisnis pelacuran online
Zonasatu.co.id - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankan polisi mengungkap pejabat yang kerap menggunakan jasa prostitusi online. Cara itu bertujuan menghentikan prostitusi online. "Sebaiknya diungkap saja supaya menjadi pelajaran," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 13 Mei 2015.

Ahok--sapaan Basuki--menjelaskan, cara yang diterapkan Swedia bahkan lebih tegas. Pejabat yang kedapatan menggunakan jasa prostitusi justru dihukum.

Jaringan prostitusi kelas atas terungkap setelah Robby Abbas, 32 tahun, ditangkap polisi. Robby berperan sebagai muncikari para pekerja seks kelas atas yang terdiri dari artis dan model. 

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Robby mengaku salah satu pengguna prostitusi online adalah pejabat. Bahkan, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso tidak menampik jika kasus yang menjerat Robby memiliki keterlibatan dengan sejumlah pejabat teras.

Menurut Ahok, jaringan prostitusi kelas atas seringkali memicu seorang pejabat untuk korupsi. Tarif pekerja seks kelas atas yang tinggi menyebabkan pejabat harus mencari sumber pendapatan lain dari gaji tetapnya. 

Ahok berujar penyebab ini juga bisa terjadi sebaliknya yakni tindak pidana korupsi terjadi lebih dulu.

Ahok berujar perkembangan jaringan prostitusi kelas atas juga dipicu maraknya pemberian gratifikasi kepada para pejabat. "Sering dijadikan hadiah," kata Ahok.

Polisi Masih Kejar Terus Keterangan Muncikari Robby Abbas

Humas Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Aswin mengatakan kepolisian masih mendalami keterangan tersangka Robby Abbas, 32 tahun, muncikari pelacur kelas atas. Ia mengatakan hingga Rabu, 13 Mei 2015, kepolisian belum merencanakan pemeriksaan saksi kasus prostitusi kelas atas tersebut.

"Reserse Kriminal masih pendalaman keterangan tersangka RA," kata Aswin, di Polres Jakarta Selatan, Rabu, 13 Mei 2015. Ia mengatakan data-data dan keterangan tersangka masih didalami unit penyidikan.

Aswin juga mengaku pihaknya belum menambah saksi baru terkait dengan kasus prostitusi Robby tersebut. "Saksi sampai saat ini masih AA."

Ia mengatakan seusai mendalami keterangan Robbie, kemungkinan pemanggilan saksi baru akan dilakukan. "Mudah-mudahan AA akan dipanggil," kata Aswin. 

Sebelumnya, Kepala Unit I Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joynaldo juga membantah adanya pemeriksaan saksi perihal kasus prostitusi yang menjerat Robbie. Ia mengaku kepolisian masih menyelidiki kasus prostitusi yang melibatkan artis dan model. 

Beredar informasi, AA akan diperiksa Polres Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Mei 2015. Namun hingga Rabu sore, AA tidak juga terlihat mendatangi Polres Jakarta Selatan.

Sebelumnya, pada Jumat malam, 8 Mei 2015, seorang muncikari artis, Robby Abbas, ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan. Robby ditangkap saat bertransaksi wanita dengan seorang polisi samaran.

Dalam penangkapan tersebut seorang wanita berinisial AA, 22 tahun, turut ditangkap di kamar hotel. Dalam penangkapan ini kepolisian mengamankan barang bukti berupa brabermotif renda warna hitam dan juga sebuah ponsel BlackBerry berwarna putih.(SRK/Tempo)

BAGIKAN