Sunday, 3 May 2015

Amerika Serikat ingin merebut kembali pangsa pasar senjata Indonesia dari Rusia.

Helikopter serang jenis Apache buatan Amerika Serikat
Amerika Serikat sangat berkeinginan memperbesar porsi pasar senjatanya ke Indonesia. Sebagai dampak dari kebijakan di masa silam, pasar senjata Indonesia yang dulu didominasi oleh Paman Sam telah direbut oleh pesaingnya.

Pencabutan embargo senjata 10 tahun lalu, normalisasi kerjasama pertahanan Washington-Jakarta dan rebalance, telah mendorong Amerika Serikat untuk kembali merebut pangsa pasar senjata Indonesia dari Rusia.

Namun demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh negeri Paman Sam tersebut.

Pertama adalah kendala psikologis, di mana Jakarta masih curiga terhadap kemungkinan embargo di masa depan oleh Washington. Kendala ini cukup kuat karena pengguna senjata produksi Amerika Serikat di Indonesia masih trauma dengan embargo dan masih belum sepenuhnya yakin dengan tak adanya embargo di masa mendatang.

Kedua, kendala aturan. Aturan kendali ekspor senjata Paman Sam khususnya United States Munitions List (USML)/International Traffic in Arms Regulations (ITAR) dipandang sebagai hambatan dalam ekspor senjata ke Indonesia, khususnya lewat jalur Direct Commercial Sales (DCS).

USML/ITAR memiliki sejumlah aturan-aturan yang sangat ketat, rumit dan terkadang memunculkan rasa frustrasi baik bagi calon end-user maupun perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam transaksi demikian.

Sedangkan negara-negara pesaing Washington dalam bisnis senjata tak menerapkan aturan yang sedemikian ketat dan rumit itu, sehingga lebih memudahkan mereka menjual senjatanya ke Indonesia.(TSM)



BAGIKAN

0 comments: