Friday, 8 May 2015

Rusia Operasikan Kembali Sistem Rudal Berbasis Rel Kereta

Misil balistik antar benua milik Rusia type Barguzin
Zonasatu.co.id - Kekuatan tempur Pasukan Misil Strategis Rusia pada periode 2019-2020 akan meningkat dengan tambahan satu divisi baru yakni armada sistem misil balistik antarbenua berbasis rel kereta Barguzin, demikian disampaikan narasumber dari Staf Jenderal Rusia pada TASS, Kamis (7/5).

Saat ini, Pasukan Misil Strategis memiliki 12 divisi misil, yang dibagi dalam tiga pasukan misil.

“Pada 2019-2020, kami berencana mengaktifkan penggunaan sistem misil Barguzin yang akan menambah perbendaharaan senjata baru kami guna meningkatkan kekuatan tempur,” kata sang narasumber.

Misil balistik antarbenua kelas ringan RS-26 akan diaktifkan dan misil balistik kelas berat Sarmat memperkuat kemampuan tempur Pasukan Misil Strategis. Keduanya akan menggantikan misil tua Rusia, Topol dan Voyevoda.

TASS belum mendapat konfirmasi resmi terkait laporan ini.

Berdasarkan laporan sebelumnya, batalion Barguzin rencananya akan terdiri dari lima resimen misil, yang masing-masing dipersenjatai enam misil balistik antar benua RS-24. Sistem baru diperkirakan akan mulai beroperasi paling cepat 2018 dan setidaknya hingga tahun 2040.

Mantan Kepala Pasukan Misil Strategis Staf Jenderal Viktor Yesin menyebutkan sebelumnya bahwa pembuatan Barguzin adalah respon Rusia atas penempatan sistem pertahanan misil global Amerika.

Pendahulu Barguzin, sistem misil berbasis rel Soviet, berhenti beroperasi pada 2005. Traktat terbaru START tak melarang pembuatan senjata semacam ini.(Indonesia.RBTH)

BAGIKAN