Saturday, 27 June 2015

Dankormar Resmikan Markas Baru Yontaifib 2 Marinir


Jakarta, zonasatu.co.id - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana meresmikan markas baru Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) di Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Jalan Sungai Tiram Marunda, Jakarta Utara, Jumat (26/6/2015) Sebelumnya markas Yontaifib 2 Mar ini berada di Kesatrian Marinir Hartono, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

Buyung Lalana mengatakan bahwa pemindahan markas ini karena tuntutan tugas Yontaifib-2 Mar yang semakin kompleks. Karena sebagai salah satu unsur pasukan khusus TNI khususnya di lingkungan Marinir, Yontaifib-2 memerlukan kesatrian sendiri yang lebih spesifik dan berbeda dengan markas kesatuan lainnya.

Dipilihnya Marunda sebagai markas baru karena lokasi tersebut memiliki nilai taktis dan strategis dalam pembinaan satuan khusus amfibi, baik dalam latihan maupun operasi sehingga lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Ini merupakan program pengembangan Korps Marinir TNI AL, salah satu kesatuan kita pindahkan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara di Marunda, agar lebih segar lagi satuan ini sekaligus menjaga aset TNI AL yang berada di wilayah ini. Harapannya profesionalisme dan humanisme prajurit bisa berkembang di Marunda,” ujar Buyung Lalana.

Alumni AAL yang pernah menjabat sebagai Danpasmar 2 ini mengatakan bahwa markas yang memiliki luas 101 hektare ini akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi peningkatan kemampuan personel di antaranya, lapangan tembak jarak pendek.

“Saat ini sudah ada untuk menembak pistol. Tetapi tentunya nanti akan kita kembangkan terus sampai jarak 1.000 meter karena sangat memungkinkan sekali dilakukan pengembangan lapangan tembak,” ujar pria yang sebelum menjadi Dankormar, menjabat sebagai Komandan Lantamal XI Merauke ini.

Fasilitas lainnya menurutnya, perumahan anggota sarana olah raga dan kemarkasan seperti, Markas Pasmar-2 yang sementara ini ada di Kwini, Jakarta Pusat. Nantinya setelah dipindah ke Marunda, maka Markas Pasmar-2 yang berada di Kwini saat ini akan dibangun museum sejarah perjalanan Korps Marinir dari sejak lahir 15 November 1945 sampai saat ini.

“Museum ini akan menceritakan perjalanan perjuangan Marinir, nantinya museum ini juga akan dinobatkan sebagai museum nasional, tempat edukasi dan terbuka untuk umum,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Konvensi dan Perekat Hukum pada Deputi III bidang Kerjasama Internasional BNPT ini.

Seperti diketahui bahwa Yontaifib-2 Mar merupakan salah satu komando pelaksana (Kolaks) Pasmar-2, dituntut mampu memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas pengintaian amfibi, pengintaian darat, dan operasi tempur darat maupun operasi khusus dalam membantu satuan tempur lainnya.

Kesatuan ini juga memiliki tugas pokok membina dan menyediakan kekuatan serta kemampuan unsur amfibi maupun pengintaian darat guna pelaksanaan tugas-tugas operasi khusus seperti pendaratan amfibi, operasi TNI AL dan sebagainya. Karenanya, Yontaifib-2 Mar ini dituntut memiliki kemampuan yang mencakup daya tahan fisik, keterampilan teknik dan taktik serta prosedur dasar kemiliteran perorangan sampai tingkat kompi/detasemen.

Termasuk kemampuan perencanaan dan pelaksanaan pengintaian amfibi pada operasi tingkat BTP/Brigat dan pengintaian darat pada operasi tempur darat tingkat batalyon atau brigade. Serta kemampuan pengamanan objek vital dan VVIP, operasi SAR dan Combat SAR.

Sebagai pasukan khusus, Yontaifib-2 Mar tidak melaksanakan tugasnya dengan jumlah pasukan yang besar karena menyangkut kerahasiaan, disiplin lapangan yang tinggi serta mempunyai keahlian khusus di tiga media baik di darat, laut dan udara.

Acara peresmian markas baru Yontaifib 2 ini diawali dengan demonstrasi terjun tempur (freefall) dan serangan kilat. T Proses peresmian sendiri ditandai dengan penyerahan Tunggul Batalyon oleh Dankomar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana kepada Danyontaifib-2 Mar Letkol Marinir Samson Sitohang. Selanjutnya Dankormar menancapkan Tunggul yang juga merupakan bendera perang itu ke batu prasasti. (Noor Irawan Ranoe)

BAGIKAN