Thursday, 25 June 2015

Kade Devie Minta Generasi Muda Jauhi Radikalisme dan Terorisme


Jakarta, zonasatu.co.id – Selebritis Indonesia pun juga merasa prihatin dengan makin maraknya penyebaran paham radikalisme yang mengincar generasi muda, terutama melalui dunia maya yang bisa mengganggu perdamaian dan persatuan Indonesia

“Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang cinta damai, saya tentu sedih dan prihatin bila ada generasi muda kita termakan bujuk rayu paham radikalisme dan malah direkrut masuk kelompok terorisme. Kalau generasi penerus bangsa ini sudah didoktrin sedemikian rupa mau jadi apa negara kita nanti,” ujar artis sinetron Ida Ayu Kade Devie saat ditemui di sela-sela Kejurnas Speed Offroad di BSD City akhir pekan kemarin.

Wanita berdarah Bali kelahiran Bandung, 7 November 1985 ini merasa, kalau sekarang ini pengetahuan akan bahaya terorisme kepada generasi muda masih sangat kurang dan belum merata Untuk itu, ia mendukung upaya pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang secara terus menerus menggaungkan perdamaian di dunia maya.

Wanita cantik yang sejak tahun 2014 lalu menjadi host di Kejurnas Speed Offroad ini mengatakan bahwa adanya ancaman terorisme tentu akan sangat membahayakan negara. Ia pun sepakat bahwa paham radikalisme dan terorisme harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

Dirinya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah dengan berbagai lembaga seperti TNI, Polri, BNPT, dan lain-lain yang secara terus menerus melakukan upaya penanggulangan dan pemberantasan paham radikalisme dan terorisme di Indonesia. Bahkan ia juga setuju para pelaku radikalisme dan terorisme dienyahkan dari bumi Indonesia.

“Kita sudah pernah merasakan pahitnya akibat Bom Bali, Bom Marriot, dan berbagai teror yang membuat negara kita jadi tidak aman. Intinya jangan diberi kesempatan paham radikalisme dan terorisme tumbuh di sini demi terciptanya perdamaian dan ketentraman. Siapa sih yang tidak ingin hidup damai dan tentram?” tukas Kade.

Terkait kasus bom Bali yang menimpa Indonesia di tahun 2002 dan 2005, Kade Devi sebagai putri Bali mengaku sangat sedih sekali, karena efeknya sangat luar biasa buat masyarakat Bali. (Noor Irawan Ranoe)

BAGIKAN