Friday, 24 July 2015

Embrio Pembakaran Tempat Ibadah di Papua Harus Diungkap


Jakarta (Zonasatu.co.id) - Pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati (Nuning), mengatakan embrio dari aksi pembakaran ‎tempat ibadah saat Salat Idul Fitri di Tolikara, Papua, harus diungkap. Hal itu bertujuan untuk mengungkap mengapa konflik tersebut bisa terjadi.

‎"Seharusnya masalah toleransi beragama di Papua jarang terjadi, jadi BIN bersama tokoh masyarakat hingga ke pelosok desa beserta TNI Polri harus dapat menemukan embrio masalahnya. Siapa tahu saja kejadian pembakaran masjid itu efek domino dari masalah utamanya,"‎ ungkap Nuning kepada Okezone.

Menurutnya, di Papua seharusnya teknologi komunikasi serta kepiawaian intelijen ditingkatkan sehingga mampu mengelola temuan informasi yang didapat dalam proses pengambilan keputusan. Nuning pun mengkritisi kebijakan penanganan di Papua yang kerap ambigu menghadapi OPM, seolah membedakan treatmentnya dengan teroris yang ada di daerah lain, dengan cap agama tertentu.

‎Dia mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kompleksitas persoalan tentang Papua, termasuk di dalamnya terdapat aksi-aksi kekerasan bersenjata terhadap aparat dan warga sipil. "Perlu diadakan pembahasan bersama jajaran Polhukam untuk menginisiasi gagasan baru dalam rangka mencari solusi komprehensif tentang masalah Papua, secara damai dan bermartabat dalam bingkai NKRI‎," tuturnya.

Mantan anggota Komisi I DPR itu juga mengatakan bila ada suatu kejadian, analisa intelijen jangan menutup probabilitas. Jadi biarkan penyelidikan tuntas sehingga dapat diketahui apakah itu merupakan potensi gangguan apa. "Saat ini pihak berwajib sedang melakukan tindakan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan‎ (Lidpamgal)," terangnya.

‎Dia menambahkan, agar tak simpang siur Polda Papua harus segera mengusut tuntas kasus pembakaran masjid itu. "Jangan sampai dipolitisir. Kalau kelamaan bisa saja dijadikan isu SARA lebih luas lagi," tegasnya.(Okezone)

BAGIKAN