Sunday, 26 July 2015

Kemampuan Raider Hanya Boleh Dimiliki TNI AD



Jakarta (Zonasatu.co.id) – Beredarnya surat Kapolri terkait permohonan pelibatan personel Brimob kedalam pendidikan Raider di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar Bandung menuai banyak kritikan ditengah masyarakat. Sebagian besar tidak ada yang setuju dengan permohonan Kapolri yang dianggapnya terlalu berlebihan.

Menurut salah satu sumber Zona Satu yang tidak ingin dipublikasikan namanya mengatakan jika Polri sebelumnya sudah pernah mengajukan permintaan kerjasama pendidikan Raider yang disampaikan oleh Wakil Kepala Korps Brimob (Wakakor Brimob) dengan mendatangi langsung Mako Kopassus Cijantung akan tetapi ditolak oleh Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Munardo atas instruksi Panglima TNI. Penolakan tersebut dikarenakan kemampuan Raider hanya boleh dimiliki oleh satuan TNI AD.

"Panglima TNI Tidak Mengijinkan Latihan Raider diberikan kepada satuan diluar TNI AD karena itu merupakan kemampuan khusus TNI AD, kecuali  jika mengikuti latihan Militer yang bersifat teknis (Menembak Reaksi, Jihandak, dsb) akan diijinkan, dan bukan latihan Militer yang bersifat khusus seperti Raider" Ujarnya.

Tidak lama paska penolakan tersebut kemudian muncul surat permintaan yang secara resmi dilayangkan Kapolri Jenderal Pol Baharudin Haiti kepada Panglima TNI yang berisi permintaan kesediaan Panglima TNI untuk melibatkan personel Brimob dalam pendidikan Raider di Pusdik Kopassus Batujajar Bandung.(SRK)

BAGIKAN