Saturday, 25 July 2015

Kontroversi Permintaan Kapolri Ikut Sertakan Brimob Dalam Pendidikan Raider

"Suratnya benar dari Kapolri. Kapolri minta kepada Panglima TNI agar Brimob diberikan latihan Raider..."
Jakarta (Zonasatu.co.id) – Terkait munculnya kabar permintaan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk menyertakan satuan elit milik Polri (Brimob) ikut dalam latihan pasukan elit Raider di Pusdiklat Kopassus Batujajar Bandung mengundang berbagai kritikan dari banyak pihak yang tidak setuju dengan adanya rencana tersebut.

Beragam ungkapan bernada miringpun dari masyarakat bermunculan menyikapi rencana besar korp baju coklat yang dianggapnya terlalu ambisius dan melenceng dari tugas pokok Polri.

Pendapat sejumlah netizen yang berhasil di capture
Seorang netizen bernama Budi Haryanto Prasojo berpendapat jika pelatihan tersebut tidak relevan karena Polri sudah memiliki standarisasi pelatihan sendiri sehingga dikhawatirkan dapat memicu gesekan antar institusi.

“Tidak Relevan dengan tugas Polisi kalau sampai pelatihan Ala Militer/Passus...” Tulisnya di salah satu akun media online Merdeka.com.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wuryanto juga membenarkan adanya surat tersebut yang bernomor B/3303/VII/2015 tertanggal 15 Juli akan tapi masih belum mendapat jawaban resmi dari TNI AD.

Sejumlah personel Brimob memasuki areal Pusdikpassus TNI AD
"Suratnya benar dari Kapolri. Kapolri minta kepada Panglima TNI agar Brimob diberikan latihan Raider. Masih menunggu petunjuk dari Panglima TNI surat permintaan itu," Ujarnya.

Namun demikian, dengan beredarnya foto personel Brimob sedang berbaris memasuki Mako Pusdiklat Kopassus yang disertai dengan adanya surat permohonan Kapolri tertanggal 15 Juli 2015 telah menimbulkan asumsi publik jika korps tersebut sudah mendapatkan pelatihan Raider dari Kopassus TNI AD. (SRK)

BAGIKAN