Saturday, 11 July 2015

Penjualan Menurun, Isuzu Andalkan Layanan After Sales Service




Jakarta, zonasatu.co.id - Melemahnya ekonomi pada sektor otomotif juga sangat dirasakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan Isuzu di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari penurunan angka penjualan Isuzu Indonesia pada semester pertama 2015 ini yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

“Dengan kondisi seperti sepertinya kami akan merevisi target. Awalnya kami menargetkan penjualan tahun 2015 ini sebanyak 34 ribu unit,” kata President Director PT IAMI, Yohannes Nangoi, kepada wartawan di acara buka puasa bersama media di restaurant Cahaya Kota Gondangdia, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Dijelaskan Nangoi, hingga pertengahan tahun ini saja, pihaknya baru berhasil menjual sebanyak 12 ribu unit kendaraan, atau sekitar 35 persen dari target. Penjualan Isuzu Indonesia saat ini masih tertolong oleh kendaraan komersil, dimana 75 persen merupakan kontribusi dari penjualan truk.

Hal serupa juga terjadi pada model passenger car atau mobil penumpang, dimana mobil terbaru dan adalan Isuzu, yaitu MU-X, rupanya belum menunjukan taringnya di pasar otomotif nasional. “Penjualan MU-X sendiri di kisaran 600 unit, atau kira-kira 100 unit per bulan. Padahal target kami sebanyak 2.500 unit pada tahun ini,” katanya.

Untuk itu menurut Nangoi, di saat pasar yang sedang lesu ini, pihaknya lebih memilih untuk menonjolkan layanan aftersales service. “Dengan kondisi seperti ini kami bukan menonjolkan produk, namun aftersales service. Orang membeli bukan memilih produk lagi namun melakukan investasi yang benar atau tidak," ujar nya.

Oleh karena itu IAMI pun terus menambahkan jaringan diler yang dimiliki. Di semester dua nanti, menurutnya, Isuzu akan meresmikan dua diler dengan fasilitas  sales, service, dan spareparts (3S) di beberapa kota kecil di wilayah Jawa dan Bali.

“Kedua mengenai jaringan spareparts dan jumlah item spareparts yang dilokalkan di Indonesia sebagai second grade itu yang kami utamakan. Hingga saat ini ada sekitar 500-600 item spareparts yang telah dilokalkan,” ujar Nangoi. (Noor Irawan Ranoe)

BAGIKAN