Saturday, 11 July 2015

Polri: Dua pilot Indonesia tidak terlibat jaringan ISIS


Zonasatu.co.id, Jakarta - Laporan Kepolisian Federal Australia -yang bocor ke laman The Intercept- menyebutkan dua pilot Indonesia, Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih, patut diwaspadai karena kemungkinan telah diradikalisasi oleh kelompok ISIS.

Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi berupa surat elektronik dari Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police, AFP) perihal dua pilot tersebut.

"Memang ada dua nama tersebut sebagai pilot, tapi bukan ikut terlibat (ISIS), tapi hanya sebagai pendukung saja," kata Anton Charliyan kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (10/07) siang.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dua pilot tersebut dan kemungkinan akan meminta keterangan mereka.

Ditanya apakah bentuk dukungan dua pilot tersebut kepada ISIS dapat dijerat UU anti-terorisme, Anton Charliyan mengatakan:

"Belum bisa, karena itu adalah hak pribadi, tapi kalau sudah ikut berperang di negara orang lain, itu ada dalam KUHP yaitu melanggar UU Keamanan Negara yang berarti memerangi negara sahabat."

Tentang keberadaan pilot Ridwan Agustin yang dikabarkan berada di Suriah, Anton mengaku pihaknya tidak mengetahuinya dan masih melakukan penyelidikan.

Adapun keberadaan pilot Tommy Abu Alfatih alias Tommy Hendratno, Mabes Polri menerima informasi bahwa yang bersangkutan berada di Bogor.

Dalam keterangan kepada media, Tommy telah membantah informasi yang menyebut dirinya sebagai anggota jaringan teroris ISIS.

Bekas Pilot Air Asia
Informasi dua pilot Indonesia bergabung ke ISIS diungkap laman daring asal Amerika Serikat, The Intercept, Selasa (07/07) Malam.

Situs ini memperoleh laporan tersebut berdasarkan bocoran dokumen dari laporan intelijen Kepolisian Federal Australia, tertanggal 18 Maret 2015.

Dokumen tersebut mengungkapkan, pilot Ridwan Agustin adalah mantan pilot AirAsia.
"Ridwan yang disebut sebagai pilot AirAsia ternyata sudah dipecat. Kami sudah menghubungi pihak penerbangan itu," kata jubir Mabes Polri, Anton Charliyan.

Sebelumnya, pimpinan AirAsia juga membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Ridwan setahun lalu.

Sedangkan Tommy Abu Alfatih, terakhir pernah bekerja di Premiair, sebuah perusahaan penerbangan sewaan untuk penumpang VIP yang beroperasi di Indonesia.

Mabes Polri, menurut Anton Charliyan, belum bisa mengonfirmasi informasi ini.

Kepada Koran Tempo, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Zainuddin mengatakan, pilot Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratmo terakhir berpangkat kapten sebelum keluar dari TNI Angkatan Laut pada 10 November 2010.

Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ada sekitar 514 warga Indonesia yang mendukung dan bergabung ISIS di Suriah sampai Juli 2015.

Sejak Agustus 2014 lalu, pemerintah Indonesia telah menolak ideologi yang diusung kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah, alias ISIS dan melarang pengembangan ideologinya di Indonesia. (BBC)



BAGIKAN