Saturday, 4 July 2015

Tank-Tank Rusia Muncul, Putin Dicap Ingin "Lahap" Wilayah Ukraina


Sebuah video bidikan kamera drone atau pesawat nirawak milik milisi pro-Ukraina menunjukkan bahwa tank-tank tempur Rusia dan peralatan perang lainnya bermunculan di Ukraina timur. Pihak Ukraina pun menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin benar-benar ingin “melahap” wilayah Ukraina.

Para pejabat keamanan Ukraina yang dikutip Bloomberg, menuduh ada lima jenderal Rusia yang memainkan peran utama dalam komandan unit separatis di Ukraina timur. Namun, Kremlin membantah tuduhan itu.

Bukti rekaman drone yang menunjukkan tank-tank tempur Rusia di markas militrer di Ukraina timur itu pertama kali dilaporkan oleh The Daily Beast. Dalam laporannya, media tersebut menyatakan bahwa hasil rekaman pada awalnya menunjukkan beberapa tenda dan kendaraan. Namun, drone yang terbang di atas wilayah yang sama dua minggu kemudian, memperlihatkan basis militer itu sudah dipenuhi tank-tanka tempur Rusia.

Analis militer Fox News, pensiunan Mayor Jenderal Bob Scales, mengatakan strategi Putin dilakukan secara tertata. ”Putin punya banyak waktu untuk melakukan hal ini, dia tidak terburu-buru,” kata Scales, Sabtu (4/7/2015).

Tuduhan tindakan militer Rusia yang semakin agresif di Ukraina timur juga disampaikan Sekretaris Jederal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg. ”Kami melihat Rusia lebih tegas dan mencoba untuk mengintimidasi tetangganya serta mengubah perbatasan,” kata Stoltenberg.

Komentar Sekjen NATO itu muncul setelah memeriksa salah satu dari enam pangkalan baru militer NATO yang disiapkan di Rumania dan negara-negara Baltik. Pembangunan enam pangkalan militer baru NATO itu diklaim sebagai tanggapan terhadap tindakan Rusia di Ukraina. Langkah NATO ini merupakan aksi penguatan militer terbebesar sejak akhir Perang Dingin.

Tudingan terbaru terhadap Rusia tersebut hanya berselang sehari setelah Amerika Serikat (AS) merilis dokumen “Strategi Militer Nasional” yang menyudutkan Rusia. Dalam dokumen itu, AS terang-terangan menyatakan bahwa Rusia tujuh kali lebih mengancam ketimbang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kremlin marah menanggapi dokumen strategi militer baru AS tersebut. Kremlin menyebut, dokumen strategi militer AS itu konfrontatif.(TSM/Sindonews)

BAGIKAN