Saturday, 15 August 2015

AAK: Yang Jadi Korban Itu Umat Islam, Bukan PKI

Massa Jatim menolak Jokowi minta maaf pada PKI yang sudah bersalah
Jakarta (Zonasatu.co.id) – Terkait adanya rencana pemerintah yang ingin meminta maaf pada keluarga 65 (PKI) lewat upaya rekonsiliasi memaksaa Aktivis Aliansi Anti Komunis (AAK) Mohammad Naufal Dunggio ikutan bersuara.

Menurutnya, rencana Jokowi tersebut terbilang tidak masuk akal mengingat yang jadi korban pembantaian sebenarnya adalah umat muslim bukannya PKI.

“...Orang-orang PKI menganggap dirinya sebagai korban, padahal umat Islam lah yang menjadi korban kekejian PKI.” Kata Naufal yang dilansir dari media Islampos usai diskusi public CDCC di Menteng, Jakarta, Jum’at (14/8).

Selain itu Naufal juga mewaspadai akan adanya manuver lanjutan dari orang – orang yang dicap PKI setelah mendapatkan permintaan maaf dari Jokowi yaitu dicabutnya Tap MPRS No. XXV/1966 tentang larangan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Mudah terbaca, arah dari permintaan maaf kepada PKI ini adalah pencabutan Tap MPRS No XXV/1966 tentang Larangan Partai Komunis Indonesia (PKI)” Lanjutnya lagi.

Sebelumnya, Kamis (13/8), beberapa elemen massa se-Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya untuk menolak pencabutan Tap MPRS No XXV/1966 tentang Larangan Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain orasi, massa juga membakar bendera Palu Arit warna merah.

Menurut demonstran, permintaan maaf, berakibat pada; semua produk hukum tentang larangan PKI dan ajarannya yang tertuang dalam Tap MPRS Nomor XXV/1966, Supersemar, Undang-Undang No 27/1999 tentang perubahan KUHP yang berhubungan dengan keamanan negara Pasal 107 huruf (a), dengan sendirinya batal. (TW)

BAGIKAN