Friday, 28 August 2015

Cerita Try Sutrisno Saat Dampingi Soeharto Blusukan dan Menyamar


Jakarta (Zonasatu.co.id) - Setiap Presiden punya gaya khas masing-masing dalam memimpin pemerintahannya. Begitu juga dengan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Salah satu gaya memimpin Soeharto adalah suka melakukan incognito atau menyamar. Hal itu dilakukan untuk memastikan program-program yang dicanangkan berjalan sesuai rencana.

Mantan ajudan Presiden Soeharto, Try Sutrisno berbagi cerita soal kebiasaan Presiden Soeharto dalam memimpin pemerintahan kala itu. Salah satunya menyamar untuk mendapatkan informasi-informasi langsung dari lapangan.

"Pak Harto ingin lihat langsung ke lapangan," ujar Try saat berbincang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ketika itu Soeharto hendak mengecek sejumlah program yang sedang gencar disosialisasikan oleh pemerintah. Soeharto ketika itu akan ke Jawa Tumur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Ke desa, lihat lurah bangun jam berapa, kerja jam berapa, petani lancar sampai dapat bibit," imbuh Wapres periode 1993-1998 ini.

Soeharto pun berpesan agar tidak perlu banyak orang yang tahu soal rencananya itu. Sehingga rombongan presiden pun hanya terbatas saat itu. "Pak Harto kalau incognito tidak mau merepotkan, tertutup. Pak Harto, ajudan saya, dokter, dan paspampres dan seorang sopir," jelas mantan Panglima ABRI ini.

Selama di perjalanan, rombongan tidak pernah bermalam di hotel maupun rumah kepala daerah tersebut. Soeharto lebih memilih tidur di rumah warga di pedesaan.

Bahkan untuk urusan logistik, Soeharto membawa bekal sendiri yang disiapkan oleh Ibu Tien. Ibu Tien selalu menyiapkan beras, sambal teri dan kering tempe.

"Tidak tidur di hotel atau rumah gubernur. Kalau kemaleman tidur di desa. Kalau terbuka, semua siap siap nanti. Palsu," ungkapnya.
Setelah pulang ke Jakarta, Presiden menggelar rapat kabinet. Presiden kemudian menerima laporan dari para pembantunya.

Soeharto sudah memegang data sendiri langsung dari lapangan. Sehingga tidak mungkin para menteri berani berbohong soal laprannya.

"Kalau dibohongi tahu, Ada petani belum dapat pupuk misalnya," kata Try.
(TW/Detik)

BAGIKAN