Thursday, 6 August 2015

Gerah Dicaci Maki Jokowi Hidupkan Pasal Penghinaan


Jakarta (Zonasatu.co.id) - Maraknya penghinaan yang dilakukan oleh masyarakat kepada Jokowi selaku kepala pemerintahan membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut gerah dan mengusulkan ke DPR untuk memberlakukan kembali pasal larangan menghina Presiden yang sudah digugurkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Menurut Jokowi Presiden itu harus dihormati dan tidak boleh dicaci maki seenaknya.

"Begini, kalau saya pergi ke negara lain, di sana dicaci maki, kamu mau?," ujarnya pada wartawan, Rabu (5/8). 

Jokowi kembali menegaskan, jika pasal yang pernah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi itu dihidupkan kembali bukan untuk membungkam rakyat. Menurutnya, pasal penghinaan presiden justru untuk melindungi mereka yang kerap mengkritisi pemerintah lewat cara yang baik demi kepentingan umum.

"Kalau tidak ada pasal itu malah bisa dibawa ke pasal-pasal karet," ujar lagi.

Seorang pengacara kondang Eggi Sudjana menganggap usulan penghidupan pasal penghinan oleh Jokowi dapat dikatakan sebagai langkah jahat pemerintah yang akan membawa negara ke jaman feodal atau kerajaan. Hal ini dikarenakan presiden tidak memperhatikan azas hukum yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat, seperti filosofis, historis, sosiologis, yuridis.

''Dari empat unsur ini, pasal tadi sudah mati. Kalau dihidupkan kembali artinya pemerintah jahat, punya niat-niat kembali ke sistem feodal atau kerajaan,'' Kata Eggi Sudjana pada wartawan. (SRK)

BAGIKAN