Thursday, 13 August 2015

PLTU Celukan Bawang Bali Seluruh Pekerjanya China

Tak satupun tampak orang Indonesia diantara deretan tamu undangan, seluruhnya China (Sbr : Tribun)
Singaraja (Zonasatu.co.id) - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Buleleng, Bali, resmi beroperasi, Selasa (11/8/2015).

Namun ada yang aneh, dalam acara peresmian yang bertajuk Completion and Production PLTU Celukan Bawang tersebut sama sekali tidak tampak pekerja asal Indonesia. Sebaliknya, seluruh karyawan yang dipekerjakan adalah Warga Negara Asing (WNA) asal China tanpa terkecuali petugas penerima tamu undangan.

Begitupun saat sejumlah petinggi investor China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC) menyampaikan sambutannya dihadapan seluruh undangan bahasa yang digunakan adalah Mandarin.

Praktis saja acara yang digelar oleh PT. CHEC sebagai pemegang terbesar saham PLTU Celukan Bawang terasa seperti berada di negeri China karena tak ada satupun tamu undangan yang berasal dari Indonesia kecuali Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali Ida Bagus Geriastika.

Ida Bagus Geriastika, mengaku heran dengan teknis acara tersebut. Menurutnya, petugas asal China tidak bisa diajak berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Sehingga selama pelaksanaan acara lebih banyak menggunakan bahasa isyarat.

“Masuk PLTU tadi serasa berada di negara lain. Semua bernuansa China mulai petugas, bahasa, dan interiornya. Saya mewakili bupati karena beliau sedang ada acara lain. Nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan tentang hal ini, karena kapasitas saya kan hanya mewakili, tentu ada catatan,” ujarnya usai acara peresmian itu.

Sehari sebelumnya, Komisi II DPRD Buleleng dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng mengunjungi PLTU) Celukan Bawang.

Dari hasil kunjungan itu, ada beberapa catatan untuk pengelola PLTU. Yang paling menjadi sorotan adalah banyaknya petunjuk operasional yang menggunakan tulisan berbahasa Mandarin, tanpa ada bahasa Indonesia. Tak hanya itu, bendera perusahaan CHEC di dalam area PLTU dipasang tidak lebih rendah daripada bendera Merah Putih. (SRK)



BAGIKAN