Friday, 21 August 2015

Wapres JK Buka Resmi Pameran Otomotif GIIAS 2015


Tangerang (Zonasatu.co.id) – Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla  (JK) membuka pameran otomotif terbesar di Tanah Air,  Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2015 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (20/8/2015).

Di acara tersebut JK didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri Perdagangan Tom Lembong, serta para petinggi Gaikindo. Dalam pembukaan itu, hadir pula bekas Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. JK pun mengapresiasi diadakannya pameran ini.

“Adanya ‎pameran ini menggambarkan kemajuan dan pencapaian yang baru. Selain itu, bisa memberikan perbandingan pilihan bagi para calon pembeli. Kemajuan industri otomotif di sebuah negara berdampak baik bagi perekonomian,” ujar JK.

Kondisi perekonomian dunia yang tengah menurun berimbas pada penjualan mobil atau sepeda motor di Indonesia. Hal itu terlihat dari data penjualan otomotif pada paruh pertama 2015 ini. Karena itu, para pengusaha otomotif diminta meningkatkan penjualan di pasar dalam negeri.

“Apa yang bisa dikembangkan ekonomi nasional, ialah kembangkan pasar dalam negeri. Pasar dunia harga menurun sehingga tidak mudah," kata JK

Menurut JK, pengembangan pasar dalam negeri itu memungkinkan. Apalagi melihat kondisi saat perekonomian dunia menurun, perekonomian Indonesia mampu tumbuh di angka empat persen. Serta, semakin berkembangnya kalangan ekonomi menengah di Tanah Air.

Dari pameran juga, Kalla mengatakan, kemajuan dan inovasi sering muncul. "Ada inovasi bentuk dan warna. Banyak hal yang tumbuh dari industri kendaraan ini," ujarnya.

Menurutnya, sejalan dengan pertumbuhan otomotif, beban pemerintah pun meningkat. Meningkatnya industri otomotif akan menggenjot pendapatan pajak. Bahkan salah satu pendapatan terbesar suatu daerah umumnya berasal dari pajak kendaraan. “‎Provinsi Banten dan Jakarta salah satu sumber terbesarnya berasal dari pajak kendaraan,” kata JK.

Pada sisi lain, pertumbuhan industri otomotif juga menuntut pemerintah menyediakan infrastruktur jalan dan subsidi bahan bakar. “Itu menjadi konsekuensi dalam menggerakkan roda ekonomi,” ucapnya. ‎

‎Apalagi saat ini mobil sudah menjadi kebutuhan dasar di negara mana pun. Sumber kemajuan suatu negara bahkan kerap diukur dari banyaknya penjualan mobil dan rumah. “‎Mungkin, di Indonesia, data penjualan mobil belum jadi ukuran nomor satu, tapi nanti akan menuju ke sana,” ujanrya. ‎
 
Selain itu, tambah JK, ekspor kendaraan juga jumlahnya cenderung konstan. Tetapi, ekspor tetap tidak bisa diandalkan. Sehingga, pilihan utama adalah mengembangkan pasar dalam negeri. Pada kesempatan itu, Wapres juga meminta industri otomotif mengedepankan penggunaan komponen yang berasal dari industri dalam negeri. “Itu salah satu sumbangsih Anda (pengusaha otomotif),” kata dia.

Menurut Wapres, dengan menggunakan komponen dalam negeri maka secara tidak langsung akan memajukan industri atau pengusaha dalam negeri. Tentunya hal itu akan menciptakan keseimbangan dan perekonomian Tanah Air bisa berjalan.

Ia berharap industri mobil dan sepeda motor dalam negeri tetap berkembang dengan pasar yang ada. Hal itu demi menjaga pasar dalam negeri. “Saling dukung dan kerja sama sehingga industri dan pasar bisa berjalan," katanya mengakhiri. (Iffa Sulaeman)

BAGIKAN