Saturday, 12 September 2015

Detik-detik Crane Jatuh Timpa Masjidil Haram, Suara Takbir Bersahutan

"Kami masuk ke dalam Masjidil Haram, dan tiba-tiba petir menyambar salah satu crane. Itu jatuh dengan semua baja dan memukul salah satu pilar dan jatuh ke mataf,"
Makkah (Zonasatu.co.id) - Musibah menimpa Jamaah Haji yang tengah menjalankan salat Magrib di Masjidil Haram, Makkah, Jumat 11 September 2015. Seorang jamaah haji dari Indonesia menuturkan detik-detik sebelum musibah terjadi.

"Kejadian diawali dengan hujan dan angin kencang. Lalu terdengar suara dentuman keras seperti suara petir," kata Aljazuli, salah satu jamaah Indonesia yang berada di dekat lokasi kejadian saat diwawancarai tvOne.

Masih menurut Aljazuli, setelah dentuman keras itu, jamaah berhamburan lari  menyelematkan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai jumlah korban meninggal dalam tragedi memilukan ini.

"Beberapa jamaah sudah tergeletak tapi saya tidak tahu pingsan atau meninggal. Tapi sekilas saya melihat ada beberapa anggota tubuh yang terputus," kata Aljazuli.

Saat ini, lokasi kejadian telah disterilkan. Beberapa jamaah haji ada yang berusaha mendekati lokasi untuk mencari tahu apakah ada anggota rombongan mereka yang menjadi korban.

Takbir Berkumandang Saat Crane di Masjidil Haram Jatuh
Sedikitnya 87 orang meninggal dan 201 luka-luka akibat tragedi crane jatuh di area Masjidil Haram di Mekkah, Jumat malam, 11 September 2015 waktu setempat.

Seperti dinukil dari Arab News, Sabtu 12 September 2015, seorang saksi mata menuturkan, petir menyambar crane sebelum jatuh menimpa semua benda yang ada di bawahnya.

Mohammed Wakeel, seorang peziarah dari Parbhani, India, mengatakan cuaca sangat buruk sebelum Magrib.

"Angin bertiup dengan kecepatan ganas dan rasanya seperti angin topan. Beberapa menit kemudian hujan lebat. Itu menakutkan dan kemudian jalan-jalan Mekkah dipenuhi air hujan," kata Wakeel kepada Arab News dari Mekkah.

"Itu semua terjadi dalam hitungan menit."

Sheikh Abdul Raheem, yang berada di Mekkah pada saat kejadian, mengatakan, ia dan rekan-rekannya baru saja selesai salat Ashar. Saat itu, terjadi badai pasir besar diikuti oleh guntur, petir, dan kemudian hujan lebat.

"Kami masuk ke dalam Masjidil Haram, dan tiba-tiba petir menyambar salah satu crane. Itu jatuh dengan semua baja dan memukul salah satu pilar dan jatuh ke mataf," kata Raheem mengingat bagaimana puing-puing jatuh hanya beberapa meter dari mereka.

"Kami melihat orang-orang meninggal di depan mata kami di daerah mataf," Raheem menambahkan.

Iqbal Hossain, yang pergi ke Mekkah dari Riyadh untuk melihat orangtuanya yang berasal dari Dhaka, saat peristiwa itu sedang berada di luar masjid. "Kemudian saya mendengar suara yang keras," katanya.

Tak lama kemudian sirene ambulans bersautan dan kendaraan pertahanan sipil berdatangan. 

Sebuah rekaman yang diambil pada saat tragedi itu menunjukkan kengerian yang luar biasa. Para peziarah yang berada di lokasi berteriak Allahu Akbar.

Sementara itu, Kepala Pertahanan Sipil di Mekkah, Brig. Ahmed Duluubi, mengatakan, pihaknya telah membuat semua pengaturan untuk keadaan darurat berdasarkan laporan cuaca yang dikeluarkan oleh Presidensi Meteorologi dan Lingkungan.

Presidensi Meteorologi dan Lingkungan telah memprediksi pada Jumat akan terjadi hujan lebat. Badai yang disertai dengan meningkatnya debu yang cenderung membatasi pandangan seperti di Asir, Jazan, Al-Baha, Mekkah, dan Madinah. Sementara itu, langit berawan dengan kemungkinan hujan di Hail, Qassim, Al-Jouf, dan Tabuk.

Tahun lalu, banjir yang disebabkan hujan deras melanda Mekkah dan Salam, menewaskan dua orang dan melukai beberapa orang. Cuaca buruk juga menyebabkan pemadaman listrik dan merusak mobil di wilayah Mekkah. (Putri/Viva)

BAGIKAN