Tuesday, 22 September 2015

Dua Sukhoi Usir Pesawat Asing yang Masuk Kepulauan Riau

"Jadi saat ada informasi ada pesawat tidak dikenal tersebut, langsung dilakukan pengejaran dari Hang Nadim Batam. Kebetulan memang saat ini tengah disiagakan pesawat tempur di Hang Nadim," 
Kepri (Zonasatu.co.id) - Dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU mengusir sebuah pesawat asing yang masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di sisi utara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). "Satu pesawat jenis jet tadi masuk wilayah NKRI. Dua Sukhoi yang berada di Hang Nadim langsung melakukan pengejaran," kata Komandan Lanud Tanjungpinang Letkol Pnb I Ketut Wahyu Wijaya di Hang Nadim Batam, Senin (21/9).

Dia mengatakan, saat ini TNI AU tengah menyiagakan empat pesawat Sukhoi jenis Su-27 dan Su-30 di Hang Nadim Batam untuk kegiatan operasi pengamanan rutin wilayah udara NKRI. Meski yang disiagakan hanya empat pesawat, kata dia, jika dibutuhkan akan dilakukan penambahan sesuai dengan kebutuhan pengamanan wilayah udara NKRI.

"Jadi saat ada informasi ada pesawat tidak dikenal tersebut, langsung dilakukan pengejaran dari Hang Nadim Batam. Kebetulan memang saat ini tengah disiagakan pesawat tempur di Hang Nadim," katanya.

Dia mengatakan, saat ini merupakan masa damai. Tidak ada konflik dengan pihak manapun jadi penempatan pesawat tersebut untuk menjaga wilayah udara NKRI yang sangat luas. "Kalau mereka mau kerja sama, tentu bisa saja diusir. Tidak harus dipaksa turun. Tapi tetap menunggu perintah dari atas," ujar Ketut..

Ketut mengatakan, berdasarkan Annex 11 (Air Traffic Services), penyerahan pengaturan wilayah udara semata-mata untuk keselamatan penerbangan, bukan untuk kepentingan lain. "Untuk kedaulatan tetap harus dijaga. Makanya ketika ada pelanggar wilayah udara harus tetap diambil tindakan," kata Ketut.

Ia mengatakan, masih menunggu data detail dari pilot pesawat Sukhoi untuk memastikan pesawat yang melakukan pelanggaran dan proses pengusiran oleh pesawat tempur TNI Au tersebut. "Kami masih menunggu data detailnya pesawat jenis apa dan mau kemana. Untuk prosesnya seperti apa belum bisa kami sampaikan." (SRK/Republika)

BAGIKAN