Tuesday, 1 September 2015

Jumlah Pendemo Bertambah, Polda Metro Jaya Tambah Kekuatan


"Anggota tersebar di beberapa titik. Dari mulai HI sampai Istana, Kapolda juga turun langsung,"

Jakarta (Zonasatu.co.id) - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengerahkan 11.680 personel untuk mengamankan aksi buruh pada Selasa (1/9). Sebelumnya, jumlah personel yang disiagakan hanya sekitar 8.453, tapi setelah melihat masa aksi yang terus bertambah Biro Operasional PMJ menambah jumlah personelnya.

Kepala Biro Operasional, Kombes Pol Martuani mengatakan, personel ini terdiri atas pasukan Shabara, Dalmas, Brimob, dan anggota Lantas. Selain dari PMJ, pasukan gabungan juga di-backup dari Mabes Polri.

"Anggota tersebar di beberapa titik. Dari mulai HI sampai Istana, Kapolda juga turun langsung," ujar Martuani, Selasa (1/9).

Selain personel dari kepolisian, personel pengamanan juga terdiri dari Sat Pol PP dan Kodam Jaya. Selain mengerahkan personel, Polda Metro Jaya juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya penumpukan jalan di ruas Medan Merdeka Barat.

Martuani mengatakan, pengalihan arus bersifat kondisional. Buka tutup jalan akan diberlakukan melihat kondisi kepadatan jalan. Namun, menurut Martuani, sepanjang Thamrin hingga Budi Kemuliaan dan Medan Merdeka Barat saat ini ditutup.

Ribuan buruh dari 27 organisasi buruh berkumpul untuk melakukan longmarch dari Patung Kuda menuju Istana Negara.

Banyak Karyawan di-PHK, Terutama Karyawan Kontrak
Sementara itu, semakin memburuknya kondisi perekonomian nasional dan global akhir – akhir ini juga dirasakan dampaknya oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cimahi, terutama perusahaan yang bergerak di sektor tekstil.

Ketua Apindo Kota Cimahi Roy Sunarya mengatakan jika saat ini banyak stok barang yang menumpuk di gudang perusahaan. Akibatnya, perusahaan memilih mengurangi produksi dan jam kerja pegawai.

"Stok barang di beberapa perusahaan numpuk. Jadi produksinya dikurangi, jam kerja dikurangi, agar bisa menekan biaya operasional," kata Roy, saat dihubungi, Selasa (1/9).

Ia juga menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat lima perusahaan yang ingin hengkang dari Cimahi. Sebab, biaya produksi kian tinggi.

"Terutama untuk ongkos buruh," ujar dia.

Pengurangan jam kerja pun telah dilakukan. Semula hari kerja dilakukan selama enam hari dalam sepekan, kini menjadi lima hari. Selain itu, antisipasi perusahaan terhadap situasi ekonomi sekarang juga dengan memperkecil skala perusahaan.

"Sehingga banyak karyawan yang terpaksa di-PHK, khususnya tenaga kerja kontrak," ujar dia. (CSE/Republika)

BAGIKAN