Tuesday, 15 September 2015

Kapolres Keerom Belum Pastikan Ada WNI Disandera KSB


"Memang ada informasi mereka itu disandera kelompok tertentu, namun pihak itu tidak mengakui kalau itu dilakukan mereka."
Jayapura (Zonasatu.co.id) - Polda Papua belum bisa memastikan kabar dua WNI yang disandera di Papua Nugini. Mereka masih fokus pada upaya pencarian dua WNI tersebut karena laporan awalnya sebagai orang hilang.

Dua WNI yang hilang di perbatasan RI – NG di Skouwtiua, Papua pada Rabu (9/9), bernama Sudirman (28) dan Badar (30). Pihak TNI dan Kementerian Luar Negeri memastikan ada penyanderaan, namun polisi mengatakan isu itu belum terverifikasi.

"Informasi tentang kedua warga itu masih simpang siur, ada yang menyatakan disandera oleh kelompok bersenjata dibawah pimpinan Jeffry Pagawak. Namun pihak kepolisian Polda Papua sendiri belum bisa mengatakan, kalau keduanya disandera oleh kelompok tertentu, karena tidak ada data dan fakta," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Senin (14/9/2015).

Laporan yang diterima pihak kepolisian dari kelurga, baru sebatas keduanya hilang, sejak kejadian penembakan tanggal 9 September lalu di kampung Skopro, Keerom. "Sampai sekarang sudah dilakukan upaya-upaya pencarian dari kami pihak kepolisian bantu teman-teman TNI dengan para tokoh masyarakat. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan keduanya berada dimana," kata Waterpauw.

Bahkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Konsulat Jenderal RI di Vanimo, Elmar Lubis, untuk mencari keberadaan dua WNI benar disandera di wilayah PNG. Pihak Konsulat RI di Vanimo juga telah minta bantuan Army PNG melakukan pencarian sekaligus identifikasi kejelasan keberadaan dua WNI di wilayah PNG.

"Kami sudah komunikasi dengan pihak Konsulat kita di Vanimo, PNG untuk menanyakan tentang infomasi kalau dua WNI disandera di wilayah PNG, dan pihak Konsul mengatakan akan mengkomunikasikan dengan Army PNG," katanya.

Polda Papua telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) sejak kejadian penembakan beberapa hari lalu dan mengutus tiga tokoh masyarakat di perbatasan untuk mengkomunikasikan dengan masyarakat di PNG.

"Kami sudah mengutus tiga tokoh masyarakat di perbatasan RI-PNG yang mungkin ada hubungan komunikasi dengan masyarakat di wilayah PNG, tapi sampai sekarang kami belum menerima informasi dari tiga tokoh itu," tuturnya.

Kapolres Keerom, Papua, AKBP Tober Sirait menambahkan, sampai saat ini tidak ada permintaan barter tahanan dengan pihak-pihak tententu di wilayah Keerom dan perbatasan RI-PNG. Terkait dengan hilangnya WNI di perbatasan negara RI-PNG pihak kepolisian sendiri tidak menyatakan kedua telah disandera oleh kelompok KSB.

"Sampai saat ini kami baru menerima laporan dari pihak keluarga kalau anggota keluarganya hilang di hutan perbatasan RI-PNG saat terjadi penembakan terhadap pekerja kayu pada Rabu (9/9/2015) lalu," kata Kapolres Keerom, Papua, AKBP Tober Sirait saat dihubungi, Senin (14/9/2015).

Kapolres Tober Sirait mengakui kalau ada dua orang tahanan di Polres Keerom, warga negara PNG, di mana mereka terkait kasus Narkotika membawa ganja dari PNG yakni Nelek Woi (NW) warga negara PNG dan Tinus Pagawak (TP) WNI, tetapi sampai sekarang tidak ada permintaan dari siapa pun untuk membebaskan mereka, apalagi meminta barter dengan kedua WNI yang hilang.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan pengakuan para korban, ada lima orang berangkat ke hutan untuk mencari kayu senso, saat tiba di kamp mereka dihadang oleh kelompok sipil bersenjata (KSB) yang tak dikenal. KSB tersebut melakukan penembakan terhadap salah satu teman mereka bernama Kuba dengan senjata api dan panah menyebabkan kena di kepala dan saat ini Kuba masih dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura.

Dua orang dari mereka lari kembali ke rumah di Arso, kabupaten Keerom, Papua, sedangkan dua orang lagi lari ke arah perbatasan RI-PNG yang jaraknya dari lokasi kejadian sekitar 1 km dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaanya.

"Sampai sekarang kita tidak mengetahui keberadaan keduanya dan anggota masih tetap melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian," ujar Kapolres Keerom.

Kapolres juga mengakui kalau ada infomasi yang beredar bahwa kedua orang yang hilang itu disandera kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KSB).

"Memang ada informasi mereka itu disandera kelompok tertentu, namun pihak itu tidak mengakui kalau itu dilakukan mereka. Dan kalau ada pihak yang melakukan penyanderaan, pasti mereka menyatakan kalau melakukan menyanderaan dan pasti ada permintaannya, tetapi sampai saat ini hal itu tidak ada yang kita terima," tambahnya.

Sedangkan Jeffry Pagawak sendiri yang disebut-sebut sebagai pelaku penembakan terhadap Kuba dan melakukan penyanderaan terhadap dua WNI tidak memberikan komentar terkait dengan kejadian itu. Saat dihubungi melalui satu temannya di Jayapura yang minta namanya dirahasiakan, Jeffry hanya diam. "Jeffry ketika saya tanya melalui telepon selularnya, dia diam," kata sumber tersebut. (SRK/Detik)

BAGIKAN