Tuesday, 15 September 2015

Lewat UEA, Indonesia Jual Senjata ke Timur Tengah

Seorang prajurit TNI AD tengah berpose dengan salah satu senjata serbu buatan PT. Pindad SS2 V5
"Kami sepakat untuk bekerja sama dengan Pindad sebagai 'special hub' bagi produk RWS kami untuk pasar di Indonesia dan Asia Tenggara,"
Abu Dhabi (Zonasatu.co.id) - Pemerintah Indonesia dan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk menjalin kerjasama dalam bidang bidang pertahanan. Penandatangan kerjasama ini terjadi kala Presiden RI Joko Widodo melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi UEA di Abu Dhabi.

"Dalam pertemuan itu dibahas mengenai beberapa hal, tentang isu ekonomi dan non ekonomi, seperti kerjasama pertahanan," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Rerno Marsudi dalam rilis yang diterima Sindonews dari tim komunikasi Presiden pada Senin (14/9/2015).

Menurut Retno, dalam salah satu forum yang dilakukan oleh pejabat tinggi RI dan UEA tercapai kesepakatan mengenai pemasaran senjata dan amunisi buatan Indonesia di kawasan Timur Tengah melalui UEA.

"Pada forum bisnis telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Pindad (Persero) dan Continental Aviation Services untuk kerja sama lisensi senapan SS2 dan pemasaran amunisi Pindad di wilayah Timur Tengah," sambungnya.

UEA dipilih menjadi penghubung karena infrastuktur yang mereka miliki sudah sangat memadai. "Pemerintah Indonesia berusaha menjadikan UEA sebagai penghubung untuk masuknya produk-produk dari Indonesia ke Timur Tengah, mengingat bandara dan pelabuhannya dikelola dengan modern," imbuhnya.

Selain menandatangi kerjasama dalam bidang pertahanan, tercapai pula MoU Kerja Sama Penanggulangan Perdagangan Orang dan Perlindungan Korban Perdagangan Orang RI-PEA. MoU tersebut menyepakati kerja sama dalam penegakan hukum untuk mencegah perdagangan orang melalui deteksi dini, investigasi dan penuntutan.

MoU itu juga disepakati kerja sama dalam melakukan perlindungan, rehabilitasi dan bantuan termasuk repatriasi kepada korban perdagangan orang.

Pindad Jalin Kerja Sama Dengan Uni Emirat Arab
PT Pindad (Persero) menjalin kerja sama industri pertahanan dengan Uni Emirat Arab (UAE) serta penjajakan pengembangan sejumlah alat utama sistem persenjataan.

"Kami apresiasi pada dukungan Kepala Negara, para menteri dan seluruh instansi terkait yang mendorong terbentuknya kerja sama industri pertahanan Pindad dengan mitra strategis dari UAE," kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim dalam siaran pers yang diterima Antara, di Bandung, Senin (14/9).

Kerja sama yang ditandatangani di sela-sela kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, Minggu 13 September 2015 di Abu Dhabi itu merupakan terobosan bagi produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Pindad ke pasar Timur Tengah.

Kerja sama yang berhasil dijalin oleh Pindad mencakup rencana Transfer of Technology dan lisensi dari senapan serbu SS2 dan distribusi serta pemasaran aneka produk amunisi ke negara-negara Timur Tengah melalui mitra strategisnya, Continental Aviation Services (CAS).

Sebaliknya dari UAE, pihak CAS yang bekerja sama dengan Rheinmentall Defense (RhD) Canada, akan melakukan alih teknologi dan investasi untuk penjajakan pembuatan remote weapon system (RWS) dengan merek Pindad yang bisa dipasarkan untuk kebutuhan domestik TNI dan Polri atau pasar di Asia Tenggara.

"Kami sepakat untuk bekerja sama dengan Pindad sebagai 'special hub' bagi produk RWS kami untuk pasar di Indonesia dan Asia Tenggara," kata Juergen Fiebig CEO dari CAS.

Selain dua nota kesepahaman tersebut kini Pindad tengah menjajaki rencana pembuatan tank boat dengan kanon 105mm.

Produk terbaru ini merupakan inovasi hasil kerja sama Pindad dengan produsen kapal PT Lundin dari Banyuwangi dan produsen kanon 105mm Cockeril dari Belgia.

Pihak berwenang di UAE telah mengadakan pembicaraan dan perumusan kerja sama untuk pemesanan sejumlah tank boat buatan Indonesia tersebut.

"Kami dengan mitra dari UAE membahas potensi pengadaan sekitar 100 unit tank boat ini akan menjadi ekspor besar bagi industri pertahanan Indonesia ke UAE," kata Direktur PT Lundin, Liza Lundin. (SRK/SindoNews)

BAGIKAN