Wednesday, 16 September 2015

Lomba Gayung Perahu Sungai Ngantru Perlu Perhatian Pemerintah

Peserta balap perahu dayung terlihat sangat semangat mengikuti acara Lomban yang diadakan di sungai Silungonggo, Pati
PATI (zonasatu.co.id) - Bantaran sungai silungonggo dipadati pengunjung meskipun dibawah terik matahari. Semangat tepuk tangan penonton riuhkan suasana adu kekuatan dayung perahu disungai dukuh ngantru mustokoharjo.

Ditengah sungai sudah disiapkan sebuah perahu berisi ubo rampe atau sesaji yang merupakan garis finish bagi para peserta Lomban.

Lomban yang terdiri dari tiga jenis perlombaan yakni, lomba dayung, lomba dayung sambil tangkap bebek dan lomba menangkap bola pimpong dengan mulut sambil berenang. Peserta yang ikut acara ini sebanyak 20 orang dan masing-masing group lomba dayung terdiri 5 orang

Serunya dayung sambil tangkap bebek ini, meski perahu dipenuhi air hal ini tidak menyurutkan niat para peserta untuk terus mengejar dan menangkap bebek - bebek yang berlari menghindari para peserta. Suara tawa sorak semangat penonton bersahutan dari pinggir sungai seiringan dimulainya kethoprak Manggolo dengan lakon Suminten edan.

Warga Ngantru terlihat sangat menikmati acara yang jadi tradisi tahunan ini, meski tertuah dari keresahan mata pencaharian mereka yang terancam hilang akibat sungai satu - satunya jalur pelayaran mereka terus mengalami pendangkalan dan pencemaran lingkungan.

"Sebisa atau sekuat apapun dan dalam kondisi kemarau panjang ini harus dilaksanakan acara lomban, saya tidak berani jika tidak ada acara sedekah bumi atau lomban takut terjadi apa-apa pada warga ini", tutur sesepuh dukuh ngantru jasman.

Hal serupa disampaikan Sumadi Ketua penyelengara Lomban, "Senang adanya lomban karena lomban merupakan kegiatan sedekah bumi atau bersih desa dengan membangun kerukunan dan semoga diberi murah sandang pangan untuk warga kami. Meski dengan kondisi musim kemarau ataupun berkurangnya pendapatan nelayan dari warga Dukuh Ngantru kami tetap melaksanakan kewajiban ini.

Dengan adanya Lomban ini warga sangat berharap pemerintah daerah Pati dapat tergerak nuraninya sekaligus memberikan perhatian lebih untuk ikut serta menjaga Lomban sebagai salah satu budaya yang harus dilestarikan secara turun temurun. (Aristarkhus)

BAGIKAN