Tuesday, 15 September 2015

Menhan Ajak Perguruan Tinggi Dukung Kemhan Bentuk 100 Juta Kader Bela Negara

Menhan Ryamizard Ryachudu berdiri ditengah mahasiswa untuk foto bersama setekah memberi kuliah umum
di Universitas Bandar Lampung
“Kegiatan Parade Cinta Tanah Air ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan kesatuan”
Jakarta (Zonasatu.co.id) - Kementerian Pertahanan secara bertahap menargetkan terbentuknya kader bela negara sebanyak 100 juta kader. Untuk itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membuka dan mengajak seluruh komponen bangsa termasuk Perguruan Tinggi untuk turut berperan aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing mewujudkan rancangan tersebut, untuk mengangkat Indonesia menuju bangsa yang besar di tengah kompleksitas kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini.

Hal tersebut disampaikan Menhan saat memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Universitas Bandar Lampung pada acara pembukaan Program Pengenalan Kampus (PPK) bagi Mahasiswa Baru Universitas Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015-2016, Sabtu (12/9) di Kampus Universitas Bandar Lampung.Lebih lanjut Menhan mengatakan, perlu dipahami dan disosialisasikan bahwa pembentukan kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai perwujudan hak dan kewajiban warga negara sesuai dengan pasal 30 UUD RI Tahun 1945.

Program Kemhan dalam kegiatan pembentukan kader bela negara akan dilaksanakan di setiap kabupaten seluruh Indonesia. Pada tahun 2015 ini rencana akan dilaksanakan di 47 kabupaten/kota yang berada di 11 Kodam.

Program pembentukan 100 juta kader bela negara tentunya tidak dapat dilakukan secara sekecap, tetapi membutuhkan waktu hingga 10 atau 15 tahun kedepan. Untuk itu, Menhan berharap Perguruan Tinggi turut serta berperan untuk mewujudkan program Kemhan tersebut.

Menurut Menhan, setiap Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia seperti Universitas Bandar Lampung harus mengemban tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah memberikan pendidikan kharakter kepada calon-calon pemimpin masa depan. Dengan demikian, dengan karakter yang kuat maka secara kolektif karakter bangsa akan menjadi kokoh. “Suatu bangsa yang kuat dan kokoh hanyalah bangsa yang memiliki karakter”, tambahnya.

Dengan demikian, impelementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat mengantarkan Universitas Bandar Lampung menjadi salah satu pergguruan tinggi unggulan yang mampu meluluskan Sarjana berkualitas dan berkarakter yang diharapkan akan menjadi pioneer pembangunan sesuai dengan misi dan misinya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bandar Lampung Rektor UBL, Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A., mengatakan, Universitas Bandar Lampung siap mendukung program Revolusi Mental Presiden RI Joko Widodo, khususnya terkait dengan program Menhan dalam mewujudkan terbentuknya 100 juta kader bela negara.

“Insya Allah kami siap seluruh Civitas Akademika Universitas Bandar Lampung untuk mendukung program tersebut, para mahasiswa juga sudah sangat siap untuk ikut dalam program pengembangan bela negara”, tambahnya.

Dijelaskannya, dukungan Universitas Bandar Lampung salah satunya adalah melalui kegiatan program PPK bagi mahasiswa baru. Program ini dimaksudkan untuk secara dini memperkenalkan kepada mahasiswa sistem pembelajaran di perguruan tinggi sehingga harapannya mahasiswa lebih siap dan secara dini juga punya komitmen akan profesinya.

“Kedua, program ini dimaksudkan untuk pembentukan karakter sesuai dengan profesinya, termasuk juga karakter-karakter yang dibutuhkan nanti jika mahasiswa ada di masyarakat”, tambahnya.
Generasi Muda Sebagai Garda Terdepan Harus Memiliki Nilai-Nilai Bela Negara
Generasi muda sebagai garda terdepan pembangunan nasional, seharusnya memiliki nilai-nilai bela negara yang tinggi guna menangkal berbagai dimensi ancaman. Nilai-nilai yang dimaksud adalah cinta tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara dan memiliki kemampuan awal bela negara.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dengan Peserta Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Pusat Tahun Anggaran 2015, Kamis (10/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

PCTA adalah kegiatan yang digagas oleh Kemhan sejak tahun 2012. Sedangkan kegiatan Lomba PCTA TA. 2015 dilaksanakan sejak tanggal 7 sampai dengan 11 Sepetember 2015 dan diikuti Mahasiswa/Mahasiswi dan Pelajar SLTA Sederajat di seluruh Indonesia. Materi kegiatan berupa lomba menulis artikel tingkat Mahasiswa/Mahasiswi se-Indonesia dan diskusi/uji argument Pelajar SLTA se-Indonesia. Kegiatan PCTA tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Bela Negara Generasi Muda, Kita Tumbuhkan Budaya Maritim Indonesia”.

Lebih lanjut Menhan mengatakan bahwa Kemhan memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter bangsa. Salah satunya dilaksanakan melalui penyelenggaraan kegiatan PCTA TA. 2015, yang tujuannya untuk menanamkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air bagi generasi muda. “Kegiatan Parade Cinta Tanah Air ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan kesatuan”, jelas Menhan.

Menhan mengapresiasi penyelenggaraan PCTA yang telah berlangsung ke-4 kalinya ini. Di samping sebagai perlombaan bagi siswa SLTA dan mahasiswa, kegiatan ini juga merupakan upaya membangun generasi muda dalam kerangka pembentukkan kesadaran bela negara.

Semangat patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari warga negara Indonesia. Semangat “founding fathers” senantiasa digalakkan agar setiap insan Indonesia menghasilkan karya-karya yang membanggakan bangsa dan negara.

Terkait dengan tema yang diangkat pada kegiatan PCTA tahun ini, Menhan menganggap hal tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini di tengah upaya bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan wawasan kebangsaan dan pelestarian nilai-nilai cinta tanah air.

Indonesia adalah negara kepulauan yang hampir 2/3 wilayah teritorialnya adalah wilayah bahari. Ini menyebabkan Indonesia memerlukan sistem dan strategi pertahanan negara yang tangguh dan kuat. Oleh karenanya, sistem dan strategi pertahanan negara secara terus menerus disempurnakan, untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta yang ampuh untuk mengatasi ancaman yang semakin kompleks, dan postur pertahanan negara yang memiliki kekuatan penggetar.

Dalam sistem tersebut, pertahanan negara didesain agar mempunyai kemampuan menangkal berbagai dimensi ancaman di wilayah Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah peningkatan kesadaran bela negara. (SRK/DMC)



BAGIKAN