Tuesday, 15 September 2015

OPM Minta Barter 2 Sandera di Papua Nugini dengan Rekannya Kasus Narkoba

"Hari ini merupakan batas terakhir pembebasan sandera. Jika sandera tak juga dibebaskan maka pemerintah Indonesia akan melakukan tindakan represif"
Papua New Guinea (Zonasatu.co.id) - Salah satu kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyandera 2 WNI penebang kayu di Papua Nugini. Separatis bersenjata ini meminta barter sandera dengan 2 temannya yang ditahan polisi di Papua karena kasus narkoba.

"Mereka minta tukar 2 rekannya yang kasus narkoba ganja," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Endang Sodik, Senin (14/9/2015).

Dua rekan mereka itu saat ini ditahan di Polres Keerom, Papua. Endang mengatakan untuk barter tahanan dengan WNI yang sandera ini tidak mudah dilakukan, karena harus lintas departemen.

"Harus koordinasi dulu dengan Kepolisian RI, soalnya kan ini lintas departemen," ucap Endang.

Saat ini TNI melalui Konsulat RI dan Atase Pertahanan di Papua Nugini masih terus berkoordinasi. TNI berharap proses negosiasi nanti berjalan dengan baik tanpa membahayakan para sandera.
"Negosiasi masih terus berlanjut. Mudah-mudahan berjalan baik," katanya.

Hari ini merupakan batas terakhir pembebasan sandera. Jika sandera tak juga dibebaskan maka pemerintah Indonesia akan melakukan tindakan represif.

Dua WNI yang disandera OPM adalah Sudirman dan Badar. Tukang kayu ini diculik OPM dan dibawa ke wilayah Skouwtiau, Papua Nugini. Penculikan ini berawal dari peristiwa penembakan terhadap 4 pekerja penebang kayu di kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (9/9). Satu orang tewas akibat kejadian ini, satu orang berhasil kabur dan 2 lainnya yakni Sudirman dan Badar dibawa OPM.

Dalam proses pembebasan sandera, TNI sendiri tidak bisa terjun langsung sehingga meminta bantuan kepada tentara PNG dan pemda setempat untuk bernegosiasi. (SRK/Detik)

BAGIKAN