Friday, 18 September 2015

Presiden Ditahan, Militer Burkina Faso Umumkan Pembubaran Pemerintah

Militer Burkina Faso mengambil alih pemerintahan dengan menahan Presiden Interim Michel Kafando
"Pasukan pengawal kepresidenan tersebut telah berulang kali mencampuri urusan politik sejak Compaore digulingkan dalam aksi demo besar-besaran pada Oktober 2014"
Burkina Faso (Zonasatu.co.id) - Militer Burkina Faso menyatakan telah mencopot Presiden interim Michel Kafando dan membubarkan pemerintahan. Kudeta militer ini dilakukan kurang dari sebulan menjelang pemilihan umum yang akan digelar bulan Oktober mendatang di negara Afrika Barat tersebut.

Kekacauan terjadi di Burkina Faso ketika pasukan elit Resimen Keamanan Kepresidenan (RSP) -- pilar utama rezim mantan Presiden Blaise Compaore -- menahan Kafando, Perdana Menteri Yacouba Isaac Zida dan dua menteri pada Rabu, 16 September waktu setempat.

Pasukan pengawal kepresidenan tersebut telah berulang kali mencampuri urusan politik sejak Compaore digulingkan dalam aksi demo besar-besaran pada Oktober 2014 lalu.

"Pasukan patriotis, yang berkumpul bersama dalam Dewan Nasional untuk Demokrasi, telah memutuskan untuk mengakhiri rezim transisi yang menyimpang," ujar seorang pejabat militer Burkina Faso kepada stasiun televisi pemerintah RTB.

"Transisi telah semakin menjauhkan diri dari tujuan-tujuan untuk membentuk kembali demokrasi kita," cetus pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (17/9/2015).

Dikatakannya, revisi aturan pemilihan yang melarang para pendukung Compaore untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 11 Oktober telah mencipatakan "perpecahan dan frustrasi di kalangan rakyat."

Sebelumnya dilaporkan, ratusan orang telah berunjuk rasa di jalan-jalan di Ouagadougou, ibukota Burkina Faso pada Rabu (16/9) untuk memprotes penahanan Kafando dan PM Zida. Kemudian pada hari ini, para tentara melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan lebih dari 100 orang yang berkumpul di Independence Square untuk memprotes RSP. (SRK/Detik)

BAGIKAN