Saturday, 5 September 2015

Tank K9, Senjata Penghancur Yang Dinanti TNI AD

K9 didesain mampu menembak peluru sejauh 40 Km, dan K9 diawaki oleh 5 prajurit.
Jakarta (Zonasatu.co.id) - K9 Artileri swagerak asal negeri gingseng Korea Selatan, yang kini digadang-gadang sebagai pengganti ranpur artileri AMX-13 AUF1 105mm milik TNI AD. K9 memiliki laras berukuran 155mm, dan tergolong sebagai howitzer gerak sendiri (self-propelled howitzer). K9 akan melengkapi sejumlah artileri swagerak yang sudah dimiliki TNI AD diantaranya howitzer berbasis truk CAESAR dari Perancis dan roket ASTROS.

K9 dirancang oleh Samsung Techwin, dengan mengadopsi teknologi M109A2 Paladin milik Amerika. Sebelumnya Korsel merupakan pengguna setia dari M109A2 Paladin, riset awal dilakukan pada tahun 1989 dan mulai operasional pada tahun 1999 dengan total produksi mencapai 300 unit.

K9 menawarkan sejumlah keunggulan diantaranya adalah mampu membawa 48 butir peluru howitzer 155mm, proses penembakan dilakukan dari dalam kendaraan sehingga awak tank sangat terlindung dari serangan balasan lawan, selain itu Samsung sudah menjamin peluru K9 memiliki kesamaan dengan NATO atau biasa disebut JBMOU (Joint Ballistic Memorandum of Understanding).

K9 digolongkan sebagai howitzer, perbedaan mendasar dengan tank adalah howitzer dirancang sebagai senjata bantuan tembakan seperti meriam tarik, namun howitzer memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi karena mampu bergerak sendiri, dan awak tank lebih aman karena terlindung lapisan baja tebal.

K9 mengapilkasikan teknologi digital dan super canggih, salah satunya adalah MAPS (Modular Azimuth Position System) yang berguna untuk mengatur ketepatan penembakan, mampu menembak 6 peluru permenit, K9 didesain mampu menembak peluru sejauh 40 Km, dan K9 diawaki oleh 5 prajurit.

K9 sudah sangat teruji dalam medan pertempuran sesungguhnya, saat Korut melancarkan serangan artileri ke arah Yeonpyeong pada 23 November 2010, dengan ganas K9 balas menembak dengan akurasi yang tinggi. Ditenagai dengan mesin MTU 881 buatan Jerman yang mampu mendorong K9 hingga kecepatan 67 Km/perjam dengan jarak tempuh mencapai 480 Km. Diharapkan TNI AD merealisasikan kehadiran K9 yang begitu dinanti untuk memperkuat korps artileri TNI AD. (SRK/Tempo)

BAGIKAN