Monday, 14 September 2015

Wakil DPRD Sidoarjo Tersangka, Polisi Periksa 12 Saksi

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo HM. Rifa'i SH.diduga melakukan pemalsuan ijasah miliknya untuk dapat maju sebagai peserta Pemilu Legislatif 2014 lalu
"Semua keterangan saksi dan bukti yang kami kumpulkan, dibahas dalam gelar perkara. Kami bersepakat, bahwa ada dugaan pelanggaran dan status yang bersangkutan kami naikkan menjadi tersangka,"
Sidoarjo (Zonasatu.co.id) - Penyidik Satrekrim Polres Sidoarjo akhirnya menetapkan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Mohammad Rifai sebgai tersangka.

Rifai diduga menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri pada pemilu legeslatif 2014 lalu.
Sebelum menetapkan Rifai sebagai tersangka, penyidik memeriksa 12 saksi.

"Ada 12 saksi yang kami mintai keterangan. Ada internal Gerindra, Sekretaris Dewan (Sekwan), dua orang saksi ahli," ungkap Kasatreskrim AKP Ayup Diponegoro, Senin (14/9).

Keterangan kunci juga didapatkan penyidik dari Universitas Yos Sudarso Surabaya. Pasalnya, tertulis nama kampus itu sebagai sumber penerbit dokumen.

Menurut Ayup, kampus tersebut membantah pernah menerbitkan ijazah atas nama Ketua DPC Gerindra Sidoarjo itu.

"Semua keterangan saksi dan bukti yang kami kumpulkan, dibahas dalam gelar perkara. Kami bersepakat, bahwa ada dugaan pelanggaran dan status yang bersangkutan kami naikkan menjadi tersangka," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Rifai dilaporkan koleganya sesama kader partai karena diduga menggunakan ijazah palsu saat terpilih menjadi anggota dewan.

Ijazah palsu ini mencuat ketika muncul perpecahan di tubuh partai terkait rekomendasi calon Bupati Sidoarjo yang diusung Gerindra.

Rifai Ngotot Lulusan Sarjana Hukum
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Mohamad Rifai, tersangka kasus pemalsuan ijazah palsu, meminta agar semua pihak menggunakan azas praduga tak bersalah.

"Saya ini adalah Haji Mohamad Rifai Sarjana Hukum. Saya bisa pertanggungjawabkan (ijazah) itu. Polisi tidak bisa semudah itu menetapkan saya sebagai tersangka," kata Rifai ketika ditemui SURYA.CO.ID di ruangannya, Senin (14/9/2015).

Menurut Rifai, polisi harus melakukan gelar perkara untuk menetapkan atau menaikkan status seseorang menjadi tersangka dan seharusnya pengacaranya tahu lebih dulu kalau ada perubahan status. "Saya yakin tidak (tersangka)," katanya.

"Saya bisa mempertanggungjawabkan ijazah tersebut. Tolong azas praduga tak bersalah. (Ijazah) Itu hak saya dan saya siap bertanggungjawab. Tapi saya tegaskan, saya belum terima surat pemberitahuan dari polisi," ujarnya tanpa menyebut perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazahnya.
Rifai mengklaim dirinya lulus sebagai Sarjana Hukum atau berhak menyandang gelar SH sejak 21 Agustus 2013. Di sisi lain, Rifai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sidoarjo pada April 2013.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Sidoarjo menetapkan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Mohammad Rifai sebagai tersangka karena diduga menggunakan ijazah palsu untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota legeslatif 2014.

Untuk kasus pemalsuan ijazah, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 264 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP dan atau Pasal 69 ayat 1dan 2 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas. (HR/Surya)

BAGIKAN