Sunday, 18 October 2015

Banyak Mobilnya Digunakan ISIS, Ini Jawaban Toyota

”ISIS telah menggunakan kendaraan ini untuk terlibat dalam kegiatan militer, kegiatan teror, dan sejenisnya,”
 Raksasa otomatif asal Jepang, Toyota, angkat bicara perihal laporan yang menyebut banyak mobil bak terbuka dan mobil SUV-nya digunakan para militan ISIS di Timur Tengah. Toyota menegaskan, pihaknya tidak pernah menjual produk-produk otomotifnya kepada para militer dan teroris.

”Toyota memiliki kebijakan yang ketat untuk tidak menjual kendaraan kepada pembeli potensial yang dapat menggunakan atau memodifikasinya untuk kegiatan paramiliter atau teroris,” kata pihak Toyota dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan Toyota ini muncul untuk merespons laporan media Amerika Serikat (AS) ABC News. Laporan yang mengutip pejabat kontra-terorisme AS itu menyatakan perlu ada penyelidikan kenapa banyak kendaraan produk Toyota bisa dimiliki kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah. (Baca juga: Pejabat AS Bingung ISIS Punya Banyak Truk Toyota)

Selama ini kelompok ISIS dan kelompok radikal lain di Suriah, Irak dan Libya kerap pawai dengan mobil-mobil Toyota. Pihak Toyota pun bersedia membantu penyelidikan yang akan dilakukan AS.

”Kami mendukung penyelidikan yang lebih luas oleh Departemen Keuangan AS kepada rantai pasokan internasional dan aliran modal dan barang di Timur Tengah,” lanjut pernyataan Toyota, yang dilansir Kamis (8/10/2015).

Banyak mobil pick-up Toyota juga pernah digunakan para milisi ketika konflik antara Libya dan Chad pecah tahun 1980-an. Para milisi memilih kendaraan itu karena terpangaruh reputasi produk otomotif Jepang. Salah satunya tayangan yang menggambarkan mobil pick-up Toyota masih bisa menyala meski dihantam dan dirusak dengan berbagai benda berbahaya.

Dalam laporannya, ABC News menulis bahwa banyak peralatan militer AS yang ditinggalkan di Irak diduga kuat digunakan oleh ISIS.

”ISIS telah menggunakan kendaraan ini untuk terlibat dalam kegiatan militer, kegiatan teror, dan sejenisnya,” kata mantan Duta Besar AS, Mark Wallace, yang kini bekerja untuk proyek kontra-terorisme.

”Dalam hampir setiap video yang dirilis ISIS, mereka menunjukkan konvoi armada kendaraan Toyota dan itu sangat memprihatinkan bagi kita,” ujarnya. (SRK/SindoNews)

BAGIKAN