Friday, 30 October 2015

BNPT Adakan Workshop Damai di Dunia Maya Bagi Penggiat Dunia Maya


 Sebagai rangkaian dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan workshop bertajuk “Program Damai di Dunia Maya dengan tema Peran Generasi Muda Dalam Pencegahan Terorisme”. Acara tersebut diselenggarakan di gedung Jogja Expo Center, Kamis (29/10/2015), Yogyakarta.

cara ini dihadiri 400 peserta dari komunitas blogger dan perwakilan organisasi pemuda dari 27 provinsi. Menurut ketua panitia, Kol. Inf. Dadang Hendra Yudha, program ini merupakan bagian dari gerakan damai di dunia maya, yang dicanangkan BNPT tahun ini.

Selain menghadirkan pejabat BNPT, para pakar media sosial, IT serta penggiat anti terorisme juga dihadirkan sebagai pembicara. Dari BNPT sendiri yakni Kepala BNPT Komjen Pol Saud Usman Nasution dan Deputi 1 bidang pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi, Mayjen TNI Agus Surya Bakti yang pada Rabu (28/10/2010) kemarin baru dilantik sebagai Pangdam VII/Wirabuana oleh Kasad. Jenderal TNIMulyono. Sedangkan pakar yang turut menjadi pembicara adalah Onno W Purbo, Nukman Luthfie, Arief Muhammad dan Buya Syafi’I Ma’arif dan tidak ketinggalan dari FKPT Jogja.

Dalam sambutannya, Ketua BNPT menyampaikan bahwa kelompok-kelompok radikalis telah menabuh genderang perang di media sosial, dan untuk merespon hal tersebut negara harus hadir membentengi masyarakat.

“Proses radikalisasi sudah tidak lagi dari atas (para pemimpin kelompok radikalis, ed) ke bawah. Namun dibiarkan tumbuh dari masyarakat itu sendiri melalui penyebaran konten-konten radikal di media online,” ujar Saud.

Kepada para peserta, Saud mengharapkan kontribusi para penggiat media sosial, internet dan blogger untuk  berperan aktif dalammenghiasi dunia maya dengan konten-konten positif dalam upaya menangkal serangan kelompok-kelompok radikal dan teroris di media sosial.

“Karena BNPT jelas tidak mampu bergerak sendirian. Kami harapkan para pemuda yang aktif didunia maya dapat melawan gerakan terorisme yang menyebarkan konten negatif, dengan konten positif yang mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat,” kata mantan Kadensus 88 Anti Teror Mabes Polri ini.

Menurut Saud, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BNPT saat ini belum memadai untuk mencegah seluruh sebaran konten ekstrim di dunia maya yang mudah diakses oleh jutaan pengguna media sosial di seluruh Indonesia.

Sementara itu Mayjen TNI Agus SB mengatakan sebagai upaya kontra narasi terhadap konten-konten radikal terorisme, BNPT juga membentuk Pusat Media Damai (PMD) dengan meluncurkan tiga situs yakni www.damailahindonesiaku.com, jalandamai.org, dan damai.id. “Situs itu sebagai alat perlawanan provokasi dan propaganda radikal di dunia maya,” kata Agus.

Dalam kesempatan tersebut pakar media sosial, Nukman Luthfie mengatakan dalam pergerakan kelompok radikal di internet, mereka memiliki pemuka pendapat atau (key opinion leader). “Mereka adalah orang-orang yang dianut oleh banyak pengguna media sosial karena pemikirannya yang dianggap bagus,” ujarnya.

Di sisi lain, para pengguna media sosial kebanyakan merasa tidak perlu tahu siapa yang mereka ikuti, sehingga ketika tokoh tersebut mengajak melakukan sebuah gerakan, para pengikutnya akan langsung mengikuti ajakan tersebut. "Surganya kelompok ISIS ada di sosial media, karena proses rekrutmennya cenderung lebih gampang," tuturnya. (IH) 

BAGIKAN