Thursday, 29 October 2015

Demi Rakyat Riau, 117 Prajurit Terkena ISPA Paska Memadamkan Api

"Begitu anggota kembali, mereka harus di-recovery kesehatannya. Mereka bekerja siang malam bukan melawan musuh, tapi asap,"
 TNI terpaksa akan merotasi satuan tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan setiap 40 kali dikarenakan sudah ada 117  dari 1.059 prajurit TNI yang dikirim dinyatakan positif terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Setelah saya adakan pengecekan dari 1.059 prajurit, 117 terkena ISPA. Makanya saya rolling, setelah 40 hari saya ganti," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai acara Peresmian Serah Terima 1.000 Rumah Dinas Prajurit TNI di Batalyon Kavaleri (Yonkav) 7 Kodam Jaya, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2015).

Menurutnya, prajurit yang kembali dari tugas memadamkan api harus segera mendapatkan perawatan medis mengingat kerja mereka yang amat berat mulai pagi hingga malam terus melakukan pemadaman hingga semua energinya terkuras.

"Begitu anggota kembali, mereka harus di-recovery kesehatannya. Mereka bekerja siang malam bukan melawan musuh, tapi asap," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Sejauh ini, tambah dia, TNI telah mendirikan 'rumah sakit' lapangan, 'dapur' lapangan dan menyiagakan kapal perang untuk mengangkut personel dan mengevakuasi warga. Selain itu, TNI menyulap kantor desa menjadi rumah singgah. Bagi warga yang merasa sesak akibat asap, dapat singgah di situ dan menghirup udara segar.

"Kemudian kita sediakan rumah-rumah singgah mulai dari kantor-kantor desa, jendelanya ditutup plastik agar asap tidak masuk lalu ada penyaring udara, fan, oksigen tapi belum menyeluruh," terang Gatot. (SRK)

BAGIKAN