Thursday, 1 October 2015

Demo peringati G 30S/PKI, mahasiswa Makassar tolak PKI bangkit

"Ini sudah merupakan ancaman besar bagi kita dan akan menggoyang keamanan bangsa. Dalam kesempatan ini kami mengecam pengibaran simbol PKI di Madura itu,"
Makassar (Zonasatu.co.id) - Puluhan mahasiswa Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) hari ini, Rabu (30/9), berunjuk rasa guna memperingati peristiwa Gerakan 30 September PKI (G 30S/PKI), di depan kampus mereka di Jalan Andi Tonro, Makassar. Dalam demonstrasi dikawal personel kepolisian dari Polsek Tamalate ini, mahasiswa meminta mewaspadai Partai Komunis Indonesia dengan ideologi komunis bangkit kembali di Indonesia.

Dalam menggelar aksinya, para mahasiswa mengambil setengah badan jalan. Kursi dan meja kayu ditumpuk di depan gerbang kampus, dijadikan panggung orasi. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat. Tampak spanduk putih bertuliskan NKRI Harga Mati menjadi pembatas mahasiswa pengunjuk rasa dengan kendaraan melintas. Selain diisi mimbar bebas, aksi mahasiswa ini juga diisi pembacaan puisi.

Irfan Hajir, salah seorang orator kembali mengenang peristiwa pembunuhan tujuh jenderal pada masa Orde Lama. Menurut dia, peristiwa itu menjadi pukulan hebat bagi bangsa Indonesia, dan tidak boleh terulang.

Meski demikian, lanjut Irfan Hajir, banyak cara buat mengembuskan ideologi komunis ini bangkit kembali. Dia mencontohkan seperti kejadian pada karnaval 16 Agustus lalu di Madura. Saat itu simbol PKI terlihat dalam gelaran.

"Ini sudah merupakan ancaman besar bagi kita dan akan menggoyang keamanan bangsa. Dalam kesempatan ini kami mengecam pengibaran simbol PKI di Madura itu," kata Irfan Hajir.

Selain mengecam dan menyerukan supaya rakyat mewaspadai bangkitnya komunis, mahasiswa juga menuntut pemerintah melakukan segala upaya menguatkan nilai tukar rupiah. Hal itu supaya ekonomi kembali kokoh dan tidak terpengaruh dengan ancaman gangguan ideologi. (SCR/Merdeka)

BAGIKAN