Sunday, 18 October 2015

Jenderal Ini Mengingatkan Jokowi Untuk Tidak Menyingkirkan Pribumi

Letjen TNI Mar (Purn) Suharto pernah meredam aksi demonstrasi mahasiswa 1998 saat terjadi pergolakan reformasi
“Negara ini sudah tidak lagi berdaulat. Presidem Jokowi pun tidak berdaulat bagi dirinya sendiri,” 
 Letjen TNI Mar (Purn) Suharto, mantan komandan Korps Marinir yang pernah meredam aksi massa saat kerusuhan mei 1998 mengatakan jika saat ini Indonesia sedang dipimpin oleh seorang presiden yang tidak memiliki kedaulatan dimata rakyatnya sendiri sehingga memberikan dampak negatif bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kedepannya.

“Negara ini sudah tidak lagi berdaulat. Presidem Jokowi pun tidak berdaulat bagi dirinya sendiri,” katanya saat menghadiri Rembug Nasional Tokoh Bangsa yang bertemakan “Mau Dibawa Kemana Indonesia? Bangkit atau Bubar?”, di Gedung Juang 45 (15/10).

Menurutnya saat ini Negara sudah tidak mampu lagi melindungi rakyatnya sendiri dari berbagai kepentingan asing seperti nasib suku Amborigin Australia yang tersingkir oleh kulit putih (pendatang). Suku amborigin adalah penduduk asli yang menempati benua Australia akan tetapi sampai sekarang hidupnya terpinggirkan dan tidak memiliki tempat di benua yang dipenuhi para pendatang.

Dia juga pernah mendorong Panglima TNI dan Mahasiswa untuk segera mengambil sikap melakukan langkah – langkah penyelamatan Negara terutama untuk menjaga agar rakyat Indonesia tidak tarasingkan dinegeri sendiri.

“Mahasiswa pun saya minta untuk mengambil sikap. Dan saya juga pernah menghubungi panglima TNI untuk ambil sikap,” ujarnya. (SRK)

BAGIKAN