Wednesday, 14 October 2015

Jet-Jet Rusia Membombardir 4 Provinsi Suriah, ISIS Panik

"Total, 64 sorti ditargetkan terhadap 63 instalasi ISIS. Di antaranya, 53 zona kaya, tujuh depot senjata, empat kamp pelatihan dan sebuah pos komando ISIS."
 Pesawat-pesawat jet tempur Rusia telah “mengamuk” di empat provinsi di Suriah dalam memberangus kelompok ISIS. Kementerian Pertahanan Rusia yang menyadap komunikasi radio menyatakan para militan ISIS mulai panik dengan serangan udara Kremlin yang nyaris tanpa henti.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan bahwa, selama 24 jam terakhir pesawat-pesawat jet tempur Rusia telah menyerang basis-basis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di empat provinsi di Suriah. Yaitu, Provinsi Hama, Idlib, Latakia dan Provinsi Raqqa.

Total, 64 sorti ditargetkan terhadap 63 instalasi ISIS. Di antaranya, 53 zona kaya, tujuh depot senjata, empat kamp pelatihan dan sebuah pos komando ISIS. Serangan ganas militer Rusia itu, menurut Konashenkov, melibatkan pesawat jet Sukhoi Su-24M, Su-34 dan Su-25. Selain itu Rusia juga mengerahkan pesawat jet tempur Su-30SM untuk mengawal setiap serangan udara.

“Tugas tempur dicapai, semua pesawat dari gugus tugas operasi di Suriah berhasil kembali ke pangkalan udara Khmeimim,” kata Konashenkov, seperti dikutip Russia Today, semalam (11/10/2015). Menurutnya, dari data komunikasi radio yang disadap militer Rusia menunjukkan ada kepanikan yang meningkat di antara militan ISIS.

Konashenkov mencontohkan, seorang komandan ISIS di lapangan telah mendesak staf senior ISIS untuk mempercepat pasokan persenjataan dan peralatan militer. Selain Itu, komandan tersebut juga minta pemindahan bala bantuan dari Provinsi Raqqa sebagai dampak dari serangan udara Rusia.

Konashenkov, juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah mengadakan konferensi video kedua untuk membahas operasi militer di Suriah. Kedua belah pihak mendiskusikan rincian proposal yang fokus pada komitmen Rusia dan AS untuk menjamin keamanan personel militer kedua pihak dalam menjalankan operasi militer di Suriah. (SRK/SindoNews)

BAGIKAN