Thursday, 29 October 2015

Lucu, Pemilik Perusahaan Lampu Morris Polisikan Warga Karena Enggan Bayar Iuran Kampung

Graha Morris cabang Semarang salah satu anak perusahaan milik Setiadi Hadinata yang terletak di Jl. Anjasmoro Raya 1A/1-2, Semarang.
 Mungkin ini baru saja terjadi dinegeri hukum, hanya karena tidak mau membayar uang iuran kampung dan kebersihan lingkungan tiap bulan sebesar Rp. 150.000 sesuai kesepakatan, Setiadi Hadinata, SH., MM.,Mkn. seorang warga keturunan pemilik kantor PT. Sinergy Niagatama Indonesia cabang Semarang produsen lampu terkenal merk Morris melaporkan seluruh warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat ke Polrestabes Semarang dengan delik aduan melakukan pengancaman kepada dirinya.

Warga menilai perbuatan Setiadi dirasa cukup aneh, arogan dan tidak bertanggung jawab mengingat warga asli setempat justru mampu membayar lebih tinggi dari dirinnya diatas kisaran Rp. 300.000. Bahkan Ong Budiono selaku Ketua RT membayar iuran tiap bulan sekitar Rp. 325.000.

Dari informasi yang didapat, besaran iuran tiap bulan tersebut cukup bervariasi sesuai kemampuan dan kesepakatan warga. Selain untuk keperluan pemeliharaan lingkungan, uang tersebut juga akan digunakan untuk subsidi silang bagi warga tidak mampu yang tinggal di lingkungan Kencono Wungu.

Akibat laporan Setiadi, sebanyak lebih dari 20 warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat secara bergiliran selama lebih dari 6 bulan harus berhadapan dengan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Ong Budiono Ketua RT setempat saat dikonfirmasi oleh wartawan zonasatu.co.id menjelaskan jika langkah yang ditempuh Setiadi ini berlebihan dan tidak mencerminkan sebagai warga Negara yang baik.

Dia itu warga baru dikampung ini dan sudah seharusnya mengikuti peraturan yang ditetapkan bersama oleh warga sini apalagi itu sesuai dengan kesanggupan dan janji dia sendiri, tapi kenapa kok malah mengkasuskan warga ke polisi ketika tiba gilirannya membayar iuran wajib” ujarnya.

Ong Budiono yang dirinya juga dipanggil oleh pihak Polrestabes Semarang dengan  Nomor Surat S.Pgl/2976/XI/2014/Reskrim menjelaskan jika penarikan uang iuran kampung tersebut sifatnya adalah wajib dan atas kesepakatan bersama warga Kencono Wungu RT 02 RW 02 Kel. Karangayu Kec. Semarang Barat melalui musyawarah mufakat dimana uang tersebut nantinya akan digunakan sebagai dana gotong royong, pembangunan dan pemeliharan insfrastruktur, tenaga penjaga keamanan dan CCTV, membantu sesama warga dan keperluan sumbangan kolektif warga lainnya.

“Jadi uang itu bukan untuk kepentingan pribadi melainkan bersama - sama” lanjutnya lagi. (Wisnu)

BAGIKAN