Wednesday, 14 October 2015

Menhan: Kekuatan Negara Tak Hanya Alutsista, Tapi Manusianya

"Singapura alutsistanya sampai dititipkan ke New Zealand, Australia. Kalau kita malah 'garasi kosong'. Tapi tidak apa-apa, yang penting tidak kosong orangnya,"
 Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan kekuatan utama negara bukan hanya terletak pada alat utama sistem pertahanan (alutsista). Kekuatan negara justru terletak pada kekuatan sumber daya manusianya. 

"Ini bukan karena alutsista saja. Alutsista ya begitu-begitu saja. Kekuatan itu ditentukan oleh manusianya," kata Ryamizard saat membuka acara focus grup discussion tentang Pusdiklat Bela Negara di Jakarta, Jumat (31/7).

Ia juga mengatakan, percuma jika sebuah negara memiliki banyak alutsista dengan teknologi tapi tidak ada yang mampu memakainya.

"Singapura alutsistanya sampai dititipkan ke New Zealand, Australia. Kalau kita malah 'garasi kosong'. Tapi tidak apa-apa, yang penting tidak kosong orangnya," ujar dia.

Ryamizard menjelaskan, saat ini Indonesia berada dalam peringkat 12 dari seluruh negara di dunia jika dilihat dari kekuatannya. Padahal sebelumnya kekuatan Indonesia berada di peringkat 19 dunia.

Meski dianggap memiliki kekuatan cukup karena jumlah manusianya banyak, tapi Ryamizard menekankan tetap dibutuhkan daya yang kuat berupa bela negaa dan wawasan kebangsaan agar Indonesia menjadi bangsa yang tak terkalahkan.

Bukan hanya dalam hal militer tapi juga dalam upaya non militer setiap bangsa Indonesia harus mampu membela negaranya. "Kekuatan kita kekuatan bangsa, tapi kekuatan yang militan bukan kekuatan yang asal banyak orang. Harus ada sikap bela negara dan wawasan kebangsaannya," kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

"Saya sampaikan kepada Bapak Presiden, 250 juta penduduk, 100 juta saja kalau kita bangkit dan siap mati, tidak ada yang mampu melawan kita," ujar dia.

Untuk memperkuat bangsa Indonesia agar siap menghadapi ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar dan siap dalam melakukan langkah-langkah inisiatif dalam menyiapkan sumber daya manusia agar tidak larut dalam gelombang perubahan global, Kementerian Pertahanan akan membentuk Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara.

Pusdiklat Bela Negara ini dibentuk dalam rangka mewujudkan pengembangan pendidikan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

"Pembinaan kesadaran bela negara sangat penting untuk senantiasa ditingkatkan guna menanamkan nilai bela negara, cinta tanah air, sadar berbagsa dan bernegara serta yakin pada Pancasila dan rela berkorban untuk bangsa dan negara," kata Ryamizard.

Saat ini Pusdiklat yang didirikan di Bogor tersebut sedang dalam tahap pembangunan sekitar 50 persen. Pembukaan Pusdiklat ini diperkirakan akan dilakukan pada 1 Januari 2015.

Untuk kurikulum dan metode pengakaran sampai saat ini masih dalam tahap penggodokan. Namun untuk tenaga pendidik sendiri sudah masuk sejak akhir tahun ini. (SRK/CNN)

BAGIKAN