Saturday, 24 October 2015

Pemerintah Siapkan Langkah Evakuasi, Bagaimana Kondisi di Sumsel?

"Semua ikut bermain. Kita ingin sebanyak mungkin yang bisa kita deploy. Sekarang sudah hampir 1.000 atau 2.000 atau bahkan lebih dengan polisi. Kita lihat ke depan, kalau masih diperlukan, unsur tempur pun kita kerahkan untuk membantu rakyat kita, karena ini untuk rakyat kita sendiri,"
 Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah evakuasi warga yang wilayahnya terkepung asap. Bagaimana kondisi di Sumatera Selatan?

"Untuk wilayah kita, khususnya di Kota Palembang dari bandara saja masih Beroperasi 24 jam. Namun di jam-jam tertentu sistem buka tutup tetap ada," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Drajod P.H Madyo Putro di Palembang, Sabtu (24/10/2015).

Sementara untuk wilayah lain selain Kota Palembang, Drajod menjelaskan untuk penanganannya Polri bekerja sama dengan instansi terkait dan telah menyiapkan langkah antisipasi.

"Kalau untuk daerah-daerah lain (selain Kota Pelembang), untuk antisipasi evakuasi dan sebagainya, kita antisipasi hal terburuk. Dari Polda sudah koordinasi dengan instansi terkait khususnya kesehatan, kita buka di Polres-polres memberikan bantuan-bantuan kesehatan, buka tenda kesehatan seperti di OKI, Muba, Banyu Asin, ini kita kerahkan juga dari RS Bhayangkari maupun klinik-klinik Polres," paparnya.

Namun begitu Drajod mengatakan, bukan kapasitasnya untuk menjawab saat ditanya apakah warga Sumsel sudah perlu dievakuasi akibat dampak bencana kabut asap. "Itu bukan kapasitas saya. Itu nanti penilaian hasil pengecekan atau penelitian lapangan," tandasnya.

Sebelumnya, Menko Luhut Panjaitan menyampaikan evakuasi akan dilakukan seperti operasi militer.

"Besok (hari ini-red) kita pergi ke daerah, tapi semua persiapan kita lakukan dengan cermat. Kami melakukan seperti operasi militer," ujar Luhut usai rapat bersama Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

Luhut mengatakan, akan mengerahkan sebanyak-banyaknya personel Polri dan TNI untuk menanggulangi kebakaran hutan dan proses evakuasi. Bahkan Luhut tak menampik jika memang diperlukan unsur tempur juga dilibatkan.

"Semua ikut bermain. Kita ingin sebanyak mungkin yang bisa kita deploy. Sekarang sudah hampir 1.000 atau 2.000 atau bahkan lebih dengan polisi. Kita lihat ke depan, kalau masih diperlukan, unsur tempur pun kita kerahkan untuk membantu rakyat kita, karena ini untuk rakyat kita sendiri," jelas Luhut.

"Itu perintah presiden, karena betul-betul kita tidak mau main-main dengan ini. Jadi saya terus terang melakukan perencanaan dengan dasar operasi militer untuk kemanusiaan," imbuh Luhut. (Lahuri/Detik)

BAGIKAN