Wednesday, 28 October 2015

Pemimpin Korut Kim Jong-un Dikhianati Anak Buahnya


 Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) baru-baru ini merilis data yang menyebutkan adanya 20 pejabat senior Korea Utara (Korut) membelot ke Korea Selatan (Korsel) sepanjang tahun ini.

Seperti dilansir News.com.au, Selasa (27/10/2015), para pejabat senior Korut yang mengkhianati Kim Jong-un itu termasuk seorang perwira tinggi Tentara Rakyat Politbiro Korut. Laporan tersebut disampaikan surat kabar Chosun Ilbo yang mengutip data dari NIS.

Banyaknya pejabat Korut yang membelot ke Korsel diyakini karena kecewa dengan pemerintahan yang dipimpin Kim Jong-un. Menurut laporan Chosun Ilbo, perwira tinggi Tentara Rakyat Politbiro yang membelot itu kesal telah dimutasi ke Beijing, China.

Pemimpin NIS, Lee Byung-ho, mengatakan, sebagian besar pembelot itu merupakan para diplomat yang ditempatkan di luar negeri. Namun, mereka sekarang dilaporkan tinggal di Korsel.

Selain perwira tentara ada juga pembelot dari Partai Pekerja Korut anggota ‘Room 93’ yang dikenal sebagai pengelola lumbung dana pemerintahan Jong-un.

Laporan itu menambahkan, salah satu pejabat yang lari ke Korsel diketahui telah ditempatkan di wilayah Afrika. Ia ditugaskan untuk mengawasi program monumen perunggu.

Korut dikenal gencar membangun patung perunggu besar dalam gaya sosialis dan untuk menuruti permintaan di negara-negara Afrika seperti Senegal, Angola, dan Zimbabwe.

Masih dalam laporan yang sama, pejabat lain yang diyakini telah melarikan diri dengan membawa jutaan dolar memanfaatkan liburan anaknya sebagai dalih pelarian.

Aksi pembelotan para pejabat Korut terhadap rezim Kim Jong-un sejatinya bukanlah hal baru. Pada 2013, ada laporan bahwa delapan warga Korut dari kalangan atas membelot ke Korsel. Sementara pada 2014 ada sekira 18 orang yang juga dilaporkan membelot.

Pemerintah Korut sendiri belum mengeluarkan respons apa pun dalam menanggapi laporan yang dikeluarkan NIS soal banyaknya pejabat Korut yang membelot ke Korsel.(SRK/OkeZone)

BAGIKAN