Saturday, 24 October 2015

Pesan Berantai Udara Beracun di Riau Bikin Warga Panik

"Pesan itu tidak benar, saya sudah konfirmasi kepada Kepala BMKG Pekanbaru Pak Sugarin. Itu tidak benar,"
 Pesan berantai dari BlackBerry Mesengger dan postingan sebuah foto di jejaring sosial Facebook membuat masyarakat Kota Pekanbaru, Riau, geger. Pasalnya pesan itu berisi yang menyatakan udara di Riau beracun dan bisa mematikan kalau dihirup.

Pesan itu berbunyi "Diharapkan seluruh Masyarakat Riau untuk tidak keluar rumah pada pukul 13.00 WIB-15.00 WIB hari ini. Gas karbondioksida yang levelnya sangat berbahaya (beracun) akan sampai di Provinsi Riau pada jam tersebut. Mohon yang mengetahui informasi ini tetap di rumah. Dan mohon info ini disebarkan kepada sanak keluarga. Terima Kasih".

Kepanikan warga bertambah karena pesan itu mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Riau. Sementara foto yang diposting juga memakai logo Pemerintah Bumi Lancang Kuning.

"Saya menerima pesan itu dari teman BBM. Kemudian juga dikirimkannya foto dengan logo pemerintah itu. Saya percaya dan sempat panik karena memang asap di Pekanbaru ini sangat pekat. Makanya saya di rumah saja, karena khawatir akan kesehatan," ungkap Fany Rizano, seorang warga Pekanbaru, (23/10/2015).

Sebenarnya, tambah Fany, tanpa pesan itu dirinya sudah khawatir dengan asap di Pekanbaru karena membuat kualitas udara pada level berbahaya. Hal itu bisa juga dilihat dari Indeks Standar Pengukur Udara (ISPU) di Pekanbaru.

"Udara berbahaya di Pekanbaru itu sudah terjadi saat kabut asap mulai menyelimuti Riau. Memang tidak baik kesehatan karena beracun, makanya saya lebih banyak di ruangan," ujar Fany.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger menyatakan, pesan berantai itu adalah hoax. Begitu juga dengan postingan foto yang memakai logo Pemerintah Riau.

"Pesan itu tidak benar, saya sudah konfirmasi kepada Kepala BMKG Pekanbaru Pak Sugarin. Itu tidak benar," kata Edwar Jumat.

Edwar menghimbau masyarakat tidak mudah percaya dan bersikap tenang terkait pesan tersebut. Dia meminta warga tidak panik, karena isu tentang udara beracun itu tidak benar.

Meski demikian, Edwar tak menampik bahwa kualitas udara di seluruh kabupaten dan kota di Riau berada pada level berbahaya.

"Semuanya berbahaya. Ini tidak sehat kalau dihirup. Oleh karena itu, Pemerintah tetap menghimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar," pungkas Edwar. (Lahuri/Liputan6)

BAGIKAN